Jakarta, Pahami.id —
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengakui sulitnya mempengaruhi posisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang perang dengan Iran.
Media lokal Israel Channel 13 pada Minggu (24/5), mengutip sumber politik, melaporkan bahwa pengakuan Netanyahu muncul dalam diskusi informal. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap perundingan AS-Iran.
Netanyahu mengakui bahwa Israel saat ini “tidak memiliki ruang gerak” untuk mempengaruhi keputusan Trump, Anadolu Agency mengutip pernyataannya.
AS dan Iran telah mengusulkan satu sama lain untuk melakukan negosiasi lebih lanjut guna mengakhiri perang. Setiap kali AS melamar Iran, Trump selalu mengancam Teheran untuk menyetujui usulan tersebut secepatnya.
Terbaru, pada Sabtu (23/5), Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan dan menunggu solusi.
Di tengah upaya tersebut, kabinet Netanyahu mengadakan pertemuan untuk mengantisipasi kesepakatan AS-Iran jika tercapai.
Kekhawatiran pemerintahan Netanyahu semakin besar karena mereka yakin upaya diplomatik tidak cukup untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir di masa depan.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut kemudian mengatakan Netanyahu menelepon Trump untuk membahas masalah tersebut.
Dalam panggilan tersebut, Netanyahu menyatakan keprihatinannya atas tertundanya tindakan terkait masalah nuklir Iran dan menghubungkan gencatan senjata Lebanon dengan perjanjian yang sedang dirancang.
Lebih lanjut, sumber politik mengatakan Israel yakin pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei adalah “satu-satunya” orang yang dapat menggagalkan kesepakatan AS-Iran.
(isa/dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

