Site icon Pahami

Berita Netanyahu Kecam Menteri Sendiri Siksa Relawan GSF: Tak Sejalan Norma

Berita Netanyahu Kecam Menteri Sendiri Siksa Relawan GSF: Tak Sejalan Norma


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara soal penculikan relawan Global North Flotilla (GSF) yang menuju Jalur Gaza, Palestina.

Dalam keterangan resmi di media sosial, ia juga berjanji akan memulangkan relawan secepatnya.


“Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis armada tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel. Saya telah memerintahkan pihak berwenang untuk mendeportasi provokator tersebut sesegera mungkin,” kata Netanyahu.

Dalam pernyataan yang sama, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel berhak mencegah GSF memasuki wilayah perairan Israel. Ia bahkan menyebut konvoi kemanusiaan tersebut sebagai “armada provokatif” dan relawannya adalah “provokator yang mendukung teroris Hamas”.

“Israel mempunyai hak untuk mencegah armada provokatif yang mendukung teroris Hamas memasuki wilayah perairan kami dan mencapai Gaza,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir menjadi sorotan usai mengunggah video relawan GSF yang disiksa tentara Israel saat ditangkap dan ditahan.

Dalam video tersebut, terlihat tentara Israel meraih dan memaksa relawan GSF untuk berlutut.

Video tersebut diunggah ke akun pribadi Ben-Gvir dengan tulisan “Selamat datang di Israel”.

Dalam video tersebut, sang menteri terlihat tertawa sambil mengibarkan bendera Israel. Sementara itu, berbagai relawan yang tertangkap kamera terlihat berlutut dengan tangan terikat ke belakang.

Bahkan salah satu relawan perempuan terlihat langsung dicegat dan dipukuli oleh tentara Israel setelah ia meneriakkan “Bebaskan Palestina” di depan Ben-Gvir.

Video ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar pun angkat bicara karena menilai tindakan Ben-Gvir memalukan bagi negara.

“Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang dilakukan banyak orang, mulai dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya,” kata Sa’ar kepada X.

Dia kemudian berkata, “Kamu bukan wajah Israel.”

Armada GSF berlayar dari Türkiye pekan lalu, dalam upaya terbaru untuk menerobos blokade Israel terhadap Palestina. Lebih dari 50 kapal dan sekitar 430 relawan ikut serta dalam pelayaran tersebut.

Para relawan tersebut berasal dari Turki dan 39 negara lainnya, antara lain Jerman, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Bahrain, Brazil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Perancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Oman dan Selandia Baru.

(blq/rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version