Lampung Selatan, Pahami.id –
Dua wisatawan dari Attack, Banten, Riko dan Rizal memilih mudik Idul Fitri Lampu dengan cara yang berbeda. Mereka adalah sepeda pedal ke kota asal mereka.
Keduanya bergerak 300 kilometer atau selama 7 jam dengan mengendarai sepeda dari menyerang ke daerah Kemiling, Kota Bandarlampung.
Tidak banyak alokasi yang dibawa oleh Riko dan Rizal dalam perjalanan pulang dengan sepeda.
Mereka hanya membawa beberapa pakaian, peralatan mandi, dan peralatan sepeda seperti baterai untuk keperluan pencahayaan selama perjalanan malam.
Sementara itu, kerupuk Kemplang, suvenir terikat oleh jas hujan di belakang sepeda.
Riko mengatakan dia pergi bersama saudaranya Rizal dari Kemiling, Bandarlampung City ingin kembali menyerang, Banten.
“Ingin kembali untuk menyerang, Banten, Mas. Kemarin ketika saya kembali ke Lampung, saudara perempuan saya dan saya pergi ke pelabuhan Ciwanda dan turun di pelabuhan Wika Beton, Bakuheni. Ya, menggunakan sepeda ini,” kata Riko pada hari Jumat (4/4)
Riko melakukan perjalanan pulang menggunakan sepeda dari serangan, Banten ke Lampung, menghabiskan 7 jam.
“Jarak perjalanan, sekitar 300 kilometer atau selama 5-7 jam. Terkadang beristirahat untuk berdoa, maka jika hujan di jalan,” katanya.
Sementara itu, Rizal mengaku di rumah menggunakan sepeda ini bukan pertama kalinya. Dia telah melakukannya sejak 2022.
Cuaca panas, hujan, dan ratusan kilometer tidak melemahkannya dengan mengendarai sepeda untuk bertemu keluarga di kota asal mereka.
“Saya telah pulang empat kali untuk menggunakan sepeda, tentu saja saya bosan, tapi saya lelah mengendarai sepeda segera menghilang untuk perawatan, segera setelah dia bertemu keluarga pada saat Idul Fitri,” katanya.
Rizal pergi ke rumah dengan mengendarai sepeda sendirian, sementara istrinya dan putranya bermain di rumahnya di Banten, Banten.
“Kepulangannya sendiri, istri dan anak -anaknya diserang, Banten dan dalam dua tahun terakhir sebelumnya, istri dan anak -anak saya pergi ke Keming tetapi mengambil transportasi umum dan saya masih mengendarai sepeda,” katanya.
Keduanya memilih Homecoming Holiday dengan sepeda, selain hobi, karena lebih murah daripada menggunakan kendaraan bermotor, mobil atau transportasi umum.
“Homecoming menggunakan sepeda yang lebih sehat, tidak terpapar kemacetan lalu lintas di jalan, juga biaya ekonomi dan dapat menikmati keindahan pemandangan.
(FRA/ZAI/FRA)