Site icon Pahami

Berita Mojtaba Khamenei Kandidat Kuat Pengganti Ali Khamenei, Siapa Dia?

Berita Mojtaba Khamenei Kandidat Kuat Pengganti Ali Khamenei, Siapa Dia?


Jakarta, Pahami.id

Putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali KhameneiMojtaba Khamenei digadang-gadang menjadi calon kuat pengganti ayahnya.

Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari.


Majelis Pakar Iran kini mulai mengadakan pertemuan untuk menentukan pengganti Khamenei. Dewan Pakar adalah badan musyawarah yang terdiri dari 88 ulama senior Syiah yang bertugas mengangkat, mengawasi dan memberhentikan pemimpin tertinggi.

Tiga pejabat Iran yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan Mojtaba muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Khamenei.

Para pejabat mengatakan para ulama Iran sedang mempertimbangkan untuk mengumumkan bahwa Mojtaba akan menjadi pemimpin tertinggi baru menggantikan mendiang ayahnya pada Rabu pagi (4/3).

Meski begitu, terdapat keberatan di kalangan sebagian ulama. Pasalnya, AS dan Israel saat ini terus melanjutkan serangannya terhadap Iran.

Mereka khawatir pengumuman terpilihnya pemimpin tertinggi baru akan menjadikannya target AS-Israel.

Laporan dari Waktu New Yorkpara ulama di Majelis Pakar mengadakan dua pertemuan virtual pada pagi dan sore hari.

Pada Selasa (3/3), Israel mengaku telah menyerang gedung Dewan Pakar di Qom. Namun, menurut media Mehr yang dikontrol pemerintah Iran, bangunan yang diserang Israel sudah tua dan tidak digunakan lagi.

Tidak ada seorang pun di sana ketika serangan itu terjadi.

Vali Nasr, pakar Iran dan Islam Syiah di Universitas Johns Hopkins, mengatakan Mojtaba akan menjadi pilihan yang mengejutkan dan berpotensi penting.

“Dia sudah lama diincar sebagai penggantinya,” kata Nasr seperti dikutip The New York Times.

“Tetapi dalam dua tahun terakhir, wacana itu sepertinya hilang dari radar. Jika dia terpilih, itu menunjukkan bahwa rezim yang berkuasa sekarang adalah kubu Garda Revolusi yang lebih garis keras,” lanjutnya.

Mojtaba merupakan pria berusia 56 tahun yang cukup tertutup. Dia telah beroperasi di bawah naungan ayahnya.

Mojtaba dikenal memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi. Menurut ketiga pejabat Iran tersebut, Garda Revolusi bersikeras mengangkatnya dengan alasan bahwa Mojtaba memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk memimpin Iran di masa krisis seperti saat ini.

“Mojtaba adalah pilihan paling cerdas untuk saat ini karena dia paham betul bagaimana menjalankan dan mengkoordinasikan aparat keamanan dan militer,” kata Mehdi Rahmati, analis di Teheran.

“Dia sudah bertanggung jawab atas hal ini sebelumnya,” lanjutnya.

Meski demikian, Rahmati sepakat tidak semua orang akan senang dengan keputusan tersebut.

“Beberapa orang akan bereaksi negatif dan kasar terhadap keputusan ini, dan akan ada konsekuensi negatifnya,” prediksinya.

Pendukung pemerintah akan melihat Mojtaba sebagai penerus kepemimpinan Khamenei dan akan segera mendukungnya. Namun, bagi pihak oposisi, Mojtaba dapat dilihat sebagai penerus rezim yang telah menewaskan sedikitnya 7.000 orang dalam beberapa bulan terakhir.

Kandidat lain yang juga muncul sebagai penerus Khamenei adalah Alireza Arafi, seorang ulama dan ahli hukum yang merupakan bagian dari dewan transisi kepemimpinan. SEED Hassan Khomeini, cucu pendiri revolusi Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini, juga disebut-sebut akan masuk bursa.

Baik Arafi maupun Hassan dipandang sebagai sosok yang sederhana.

Ini merupakan pemimpin tertinggi kedua yang dipilih oleh Majelis Ahli dalam 47 tahun terakhir.

Pada tahun 1989, majelis memilih Khamenei dan menyerahkan kendali teokrasi yang baru dibentuk setelah revolusi Islam. Selama lebih dari 40 tahun, Khamenei memimpin Iran dengan kekuasaan absolut.

(blq/baca)



Exit mobile version