Site icon Pahami

Berita Minyak Alasan Penangkapan Maduro, Bukan Narkoba

Berita Minyak Alasan Penangkapan Maduro, Bukan Narkoba


Jakarta, Pahami.id

Anggota Kongres Demokrat asal Massachusetts, Jake Auchincloss, mengatakan minyak menjadi penyebab operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Madurodan tidak ada hubungannya dengan perdagangan narkoba.

“Ini pertumpahan darah demi minyak. Ini tidak ada hubungannya dengan perdagangan narkoba. Narkoba sebagian besar dikirim ke Eropa, dan kokain bukanlah obat yang membunuh orang Amerika. Fentanil yang berasal dari Tiongkok,” katanya. CNN pada Sabtu (3/1).

“Yang selalu penting adalah fakta bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia,” tambahnya.


Washington menyetujui operasi militer ke Venezuela dengan alasan bahwa Maduro, istrinya dan tokoh masyarakat negara tersebut, bertanggung jawab atas kekerasan narkoba, perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya. Caracas membantah tuduhan tersebut.

Auchincloss menekankan janji kampanye Presiden AS Donald Trump terhadap Chevron, perusahaan minyak AS yang beroperasi di Venezuela.

“Chevron memiliki kontrak dan izin dari Departemen Keuangan untuk mengeksploitasi cadangan minyak ini. Dan presiden ini menepati janji kampanyenya kepada perusahaan-perusahaan minyak besar AS,” kata Auchincloss.

Pada hari Sabtu, Trump mengatakan AS akan mengambil alih cadangan minyak Venezuela yang sangat besar dan merekrut perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi miliaran dolar guna memperbaiki industri minyak negara yang sedang terpuruk.

Saat ini, perusahaan milik negara Petróleos de Venezuela (PDVSA) mengendalikan industri minyak negara tersebut.

Chevron yang berbasis di Houston adalah satu-satunya perusahaan AS yang melakukan pengeboran di Venezuela dan membayar persentase produksinya kepada PDVSA berdasarkan keringanan sanksi.

Cadangan minyak Venezuela adalah yang terbesar di dunia, namun beroperasi jauh di bawah kapasitas akibat sanksi internasional. Minyak negara tersebut sebagian besar dijual ke Tiongkok.

Menurut data Energy Information Administration (EIA) AS, Venezuela yang merupakan salah satu pendiri OPEC memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, yaitu 303 miliar barel atau 17 persen dari cadangan global.

Jumlah tersebut melebihi cadangan minyak negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi yang memiliki 267 miliar barel, Iran 209 miliar barel, dan Irak 145 miliar barel.

Matt Smith, seorang analis minyak di Kpler mengatakan produksi minyak Venezuela mencapai puncaknya pada 3,5 juta barel per hari pada akhir tahun 1990an, namun telah menurun secara signifikan sejak saat itu.

Produksi minyak Venezuela saat ini mencapai sekitar 800.000 barel per hari. Sebagai perbandingan, pada minggu tanggal 26 Desember, AS memproduksi sekitar 13,8 juta barel per hari.

(lom/fea)


Exit mobile version