Jakarta, Pahami.id —
Pemerintah Thailand menghancurkan rumah-rumah penduduk Kamboja di daerah perbatasan yang menjadi titik konflik kedua negara.
Kelompok hak asasi manusia LICADHO mengatakan sejumlah besar rumah dan bangunan di wilayah dua desa yang dikuasai Thailand di provinsi Banteay Meanchey dihancurkan dan dibersihkan oleh pasukan Thailand.
“Penghancuran rumah warga sipil selama konflik bertentangan dengan Konvensi Jenewa dan hukum hak asasi manusia internasional, terlepas dari sisi perbatasan mana yang disengketakan tempat rumah tersebut berada,” kata LICADHO dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.
LICADHO mengatakan pembongkaran itu terjadi di wilayah sengketa yang diklaim kedua negara. Rumah-rumah juga dihancurkan di tanah yang diakui oleh kedua belah pihak sebagai Thailand, dan tanah yang diakui oleh kedua belah pihak sebagai Kamboja.
“Pembersihan mereka setelah gencatan senjata tidak memiliki tujuan militer yang sah,” lanjut pernyataan LICADHO.
Awal bulan ini, Kamboja menuduh tentara Thailand merebut dua desa perbatasan yang disengketakan, Chouk Chey dan Boeung Trakuon, di antara beberapa wilayah sengketa yang direbut oleh Phnom Penh. Namun Bangkok membantahnya dan menyatakan bahwa wilayah tersebut memang bagian dari Thailand.
Kepala desa setempat, Pen Rithy, mengatakan sekitar 880 keluarga tidak dapat mengakses rumah mereka di Chouk Chey.
“Rasanya seperti dikubur hidup-hidup. Rumah, tanah, dan harta benda kami hilang. Kami tidak tahu kapan bisa kembali ke desa kami,” kata Rithy.
Menanggapi kejadian pekan ini, Kementerian Luar Negeri Kamboja mengecam militer Thailand karena menghancurkan rumah-rumah umum Kamboja dan infrastruktur umum lainnya di wilayah yang direbut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Thailand menolak tuduhan Kamboja yang dinilai tidak berdasar terkait aneksasi ilegal wilayah di perbatasan.
“Langkah-langkah keamanan yang diambil oleh tentara Thailand setelah gencatan senjata sepenuhnya sesuai dengan perjanjian gencatan senjata 27 Desember,” kata Kementerian Luar Negeri Thailand dalam sebuah pernyataan.
(Dna)

