Jakarta, Pahami.id —
Amerika Serikat menyerang situs radar di pantai selatan Iran pada Jumat (5/6) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengakui pasukannya menembak jatuh empat drone serang satu arah Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz. AS kemudian menyerang situs radar pengawasan pantai Iran di kota Goruk dan di Pulau Qeshm.
“Serangan drone menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan serangan AS terhadap instalasi radar berfungsi untuk mencegah serangan lebih lanjut, lanjut pernyataan CENTCOM yang dikutip AFP.
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan terdengar di Sirik, selatan Iran, sekitar pukul 02.30 Sabtu (6/6).
“Belum ada sumber resmi yang mengomentari asal suara atau detailnya,” demikian laporan IRIB.
Sebelumnya, tentara Kuwait pada Sabtu pagi juga membalas serangan rudal dan drone musuh, beberapa hari setelah serangan di bandara internasional Kuwait yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Gencatan senjata antara AS dan Iran telah berlaku sejak 8 April, namun pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen sejauh ini tidak membuahkan hasil.
Presiden AS Donald Trump dalam sebuah wawancara mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk berperang.
“Mereka punya beberapa rudal, mereka punya beberapa drone. Menurut saya, secara persentase, mungkin 21, 22 persen dari rudal mereka,” kata Trump.
(Dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

