Site icon Pahami

Berita Menlu Singapura Singgung Selat Hormuz dan Selat Malaka di Jakarta

Berita Menlu Singapura Singgung Selat Hormuz dan Selat Malaka di Jakarta


Jakarta, Pahami.id

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyinggung Selat Hormuz yang menjadi pusat konflik dunia yang berujung pada krisis global dan kerja sama terkini di Selat Malaka saat berkunjung ke Indonesia awal pekan ini.

Dalam pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Vivian mengatakan kerja sama Indonesia, Singapura, dan Malaysia untuk menjaga keamanan dan keterbukaan Selat Malaka sejalan dengan konvensi PBB tentang hukum maritim internasional atau UNCLOS dapat menjadi contoh bagi kawasan lain di dunia.

“Keberhasilan Indonesia dan kerja sama efektif yang kita miliki di kawasan berdampak besar terhadap prospek ASEAN, namun juga dapat menjadi contoh positif bagi seluruh dunia,” kata Vivian dalam siaran pers bersama, Jakarta, Selasa (12/5).


Menurutnya, penutupan Selat Hormuz berdampak pada pasokan energi ke Asia – termasuk Asia Tenggara – dan inflasi akibat harga energi yang lebih tinggi, serta menciptakan beberapa tantangan mendasar terhadap sistem berbasis aturan internasional.

Vivian mengaku juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan mengajaknya berkunjung ke Asia Tenggara untuk melihat besarnya keberagaman dan potensi pembangunan yang dimiliki kawasan tersebut.

Menurut Vivian, kunjungan tersebut penting untuk menekankan pentingnya perdamaian regional, tatanan dunia berbasis aturan, dan kepatuhan terhadap UNCLOS.

Vivian mengatakan, fakta bahwa RI-Singapura-Malaysia telah mampu menjaga Selat Malaka sebagai jalur perairan yang terbuka dan aman, dalam mekanisme kerja sama yang telah dirumuskan sesuai UNCLOS dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di kawasan lain di dunia.

Selain itu, beliau juga menyatakan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki hubungan yang sangat baik dan saling mendukung dalam situasi apapun, terutama dalam menghadapi krisis Timur Tengah yang sedang berlangsung.

“Baik saat pandemi COVID-19 maupun sekarang krisis Timur Tengah, kita saling mendukung, saling membantu, dan kita akan melewati krisis ini bersama-sama,” kata Vivian.

Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah pada 28 Februari 2026 berdampak pada tertutupnya Selat Hormuz, jalur laut yang menyalurkan sekitar 20 persen energi dunia termasuk Indonesia.

Dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina, misalnya, terdeteksi masih berada di kawasan Teluk Persia, menurut Vessel Finder, situs pelacak kapal yang dipantau secara online dari Jakarta, Selasa.

Kapal Pertamina Pride terlihat di lepas pantai Arab Saudi; sedangkan kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Irak.

(antara/anak-anak)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version