Site icon Pahami

Berita Mengapa Socotra Dijuluki ‘Pulau Dajjal’?

Berita Mengapa Socotra Dijuluki ‘Pulau Dajjal’?


Jakarta, Pahami.id

Pulau Socotra Yaman menjadi fokus setelah lebih dari 600 wisatawan asing termasuk tiga orang Indonesia (warga negara Indonesia), terjebak dalam ketegangan antara Arab Saudi dan proksi Uni Emirat Arab (UEA) di negaranya dalam beberapa waktu terakhir.

“Mereka terjebak di Socotra karena wilayah udara di Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi saat terjadi serangan militer di pelabuhan Mukalla Yaman pada 30 Desember,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, Kamis (8/1) di Jakarta.


Heni mengatakan, WNI tersebut tidak bisa meninggalkan Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi akibat isolasi udara di wilayah tersebut, menyusul serangan udara Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla di Provinsi Hadramaut Yaman beberapa waktu lalu.

Pulau Socotra juga termasuk dalam wilayah administratif Provinsi Hadramaut.

Pulau yang dijuluki “tempat persembunyian Antikristus” ini terletak sekitar 300 kilometer selatan pantai Yaman dan berada di bawah kendali kelompok pro-Uni Emirat Arab (UEA) Dewan Transisi Selatan (STC).

Pulau eksotis

Pulau Socotra sebenarnya adalah pulau yang eksotik. Pulau ini terkenal dengan kekayaan flora dan fauna yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

Halaman Selamat datang di Socotrayang menawarkan destinasi ke pulau ini menjelaskan, Socotra memiliki 34 jenis reptil dan 96 jenis siput darat. Hampir semua fauna di sini adalah endemik. Terdapat sekitar 730 ikan, 300 krustasea, 4 kelelawar, dan 192 jenis burung.

Meski menawan dengan pemandangan air laut yang jernih, pulau ini juga ditumbuhi pepohonan “darah naga”. Ciri khas pohonnya berbentuk seperti jamur, dahannya menjulur ke atas, namun getahnya mengeluarkan warna merah darah yang pekat. Dahulu, getah pohon darah naga digunakan sebagai bahan utama cat dan pernis.

Meski terlihat angker, sesuai dengan namanya “tempat persembunyian Dajjal”, masyarakat pulau ini terkenal sangat ramah. Mereka kebanyakan memiliki keturunan India dan Somalia. Sehingga banyak wisatawan yang betah karena keramahan masyarakatnya.

Asal usul nama Socotra

Ada yang mengatakan dari bahasa Arab “suqotra” atau “soqotra” yang mengacu pada nama darah naga. Namun, ada juga yang percaya itu berasal dari kata Sansekerta “pulau kebahagiaan”.

Karena keunikannya, Konvensi Warisan Dunia UNESCO mendaftarkan Pulau Socotra sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2008. Hal ini menandakan bahwa Socotra merupakan kawasan yang dilindungi karena keanekaragaman hayati dan spesies unik yang dimiliki pulau tersebut.

Dan dari segi sejarah, pulau ini sudah dikenal sejak lama. Setidaknya sejak zaman Romawi dan Yunani Kuno, pulau ini dikenal sebagai pusat perdagangan khususnya obat-obatan berbahan dasar dupa dan juga perdagangan damar.

Tak heran, di halaman tentang Socotra tertulis, “Pulau-pulau di Yaman dikenal sebagai negeri misterius”.

Sejak ratusan tahun yang lalu, para pedagang yang pulang kampung akan menceritakan kisah-kisah aneh. Tentang pohon darah naga, hutan kemenyan, dan puncak bukit yang diselimuti kabut.

(imf/rds)


Exit mobile version