Jakarta, Pahami.id –
Menteri Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri) Tito Karnavian yang disebutkan listrik di wilayah tersebut Aceh akan kembali normal akhir pekan depan.
Tito mengatakan, saat ini ACEH perlu membangun menara pengganti setelah beberapa menara transmisi 150 kV ambruk akibat banjir. Material untuk membangun menara tersebut, kata dia, membutuhkan waktu untuk diangkut ke lokasi terdampak bencana.
“Jumlahnya 30 ton jadi angkutnya 5 hari, sehari enam ton. Lima hari, lalu dua hari perbaikan jadi diperkirakan tujuh hari, Insya Allah hari Sabtu listrik akan menyala. DetikcomMinggu (30/11).
Tito mengatakan listrik di Aceh mengalami gangguan karena menaranya rusak akibat banjir. Dampaknya, listrik padam di beberapa daerah.
“Yang berada di Banda Aceh bersifat sementaramendukung Cuma dari Nagan Raya, jadi kurang maksimal biasanyamendukung Dari Arun dan Nagan Raya,” ujarnya.
Tito mengaku khawatir dengan bencana yang melanda beberapa wilayah di Aceh. Menurut dia, ada beberapa hal spesifik yang terdampak.
“Hari ini kami juga memberikan dukungan, bantuan, selain dari Kementerian, pemerintah daerah baik berupa pangan, sandang dan lain-lain,” kata Tito.
Banjir bandang merendam puluhan kabupaten dan kota di tiga wilayah di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 303 orang pada Sabtu (29/11) sore.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, kematian terbanyak berasal dari Sumatera Utara (Sumut) dengan 166 kematian.
Saya jelaskan dari Sumut, korban meninggal kemarin 116 orang, sekarang yang meninggal ada 166 orang, jadi masih hilang 143 orang, kata Suharyanto.
(dis/lainnya)

