Site icon Pahami

Berita Medan Terjal, SAR Belum Bisa Turunkan Jenazah Dua Korban Pesawat ATR

Berita Medan Terjal, SAR Belum Bisa Turunkan Jenazah Dua Korban Pesawat ATR


Jakarta, Pahami.id

Tim SAR gabungan masih berupaya mencari jenazah kedua korban yang terjatuh Pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kedua jenazah tidak bisa diturunkan karena medan terjal.

Danrem 141/Toddopuli, Brigjen Andre Clift Rumbayan mengatakan, korban yang ditemukan kemarin masih berada di lereng gunung.


Jenazah korban menjadi prioritas untuk segera dievakuasi. Namun jalur evakuasi masih terus dicari karena medan yang sulit dan tidak mendukung.

Situasinya kurang mendukung, tapi kami berusaha mencari jalur terdekat dan paling memungkinkan,” kata Rumbayan di pos SAR Tompo Bulu, Selasa (20/1).

Rumbayan mengatakan, saat ini evakuasi udara belum bisa dilakukan. Jalur darat menjadi satu-satunya pilihan dalam proses evakuasi mengingat kondisi cuaca dan medan di lokasi kejadian.

Situasi saat ini membuat evakuasi melalui udara tidak bisa dilakukan, yang bisa kami lakukan di lapangan hanyalah mencari keluarga korban untuk mendapatkan kepastian, ujarnya.

Proses evakuasi dan pencarian korban lainnya juga terus berlanjut meski masa emas telah berlalu.

“Kita akan tambahkan sektor pencarian di bagian ekor pesawat. Selama ini kita masih fokus di lokasi jenazah, sekarang mulai masuk ke area ekor,” kata Rumbayan.

Dijelaskannya, meski cuaca buruk berupa hujan dan badai sejak sore hari, tim tetap memaksakan diri untuk naik ke lokasi pencarian.

Bahkan, sejumlah anggota sudah bermalam di lokasi dan bersiap sejak malam untuk memanfaatkan keterbatasan waktu cahaya, ujarnya.

Menurut dia, tim SAR gabungan sudah memetakan wilayah pencarian. Pola pencariannya dijalankan dengan sistem melingkar, meluas dari area yang sempit, lalu menyempit lagi. Namun cara ini menghadapi tantangan besar karena topografinya didominasi jurang terjal.

Bentuk lahannya tidak datar, malah ada sungai. Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar keluarga korban segera mendapatkan kepastian, ujarnya.

(mir/wis)



Exit mobile version