Jakarta, Pahami.id —
Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman (MbS) bersikeras bahwa dia tidak akan mengizinkan wilayah udara atau wilayah Saudi digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadapnya Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Pangeran MbS melalui panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (27/1).
Seperti dilansir Reuters, MbS juga menyatakan dukungan Saudi terhadap segala upaya “yang akan menyelesaikan perbedaan melalui dialog”, untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan.
Sebelumnya, Pezeshkian mengatakan kepada MbS bahwa Teheran menyambut baik setiap proses dalam kerangka hukum internasional untuk mencegah perang.
Pernyataan MbS ini juga menyusul pernyataan serupa dari Uni Emirat Arab, bahwa mereka tidak akan mengizinkan tindakan militer apa pun terhadap Iran menggunakan wilayah udara atau perairan teritorialnya.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan armadanya sedang menuju ke Timur Tengah. Awal pekan ini, kapal induk nuklir terbesar Amerika USS Abraham Lincoln tiba di wilayah tersebut.
Kapal perang Washington saat ini berkumpul di sekitar Teheran di tengah ketegangan baru-baru ini antara AS-Israel dan Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS mengindikasikan bahwa mereka sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebagai respons terhadap tindakan keras Teheran terhadap pengunjuk rasa.
Iran telah diguncang demonstrasi besar-besaran sejak 28 Desember akibat krisis ekonomi. Demonstrasi tersebut, yang berubah menjadi tuntutan pergantian rezim, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut perkiraan pemerintah.
(dna/bac)

