Site icon Pahami

Berita Masa Bodoh Diancam Trump, Iran Siap Perang Habis-habisan Hadapi AS

Berita Masa Bodoh Diancam Trump, Iran Siap Perang Habis-habisan Hadapi AS


Jakarta, Pahami.id

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menekankan Iran siap untuk melakukan perlawanan habis-habisan terhadap serangan apa pun yang dilancarkan terhadap mereka.

“Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani siap untuk segera dan dengan tegas merespons agresi APAPUN terhadap tanah, udara, dan perairan yang kita cintai,” kata Araghchi dalam postingan di media sosial, Rabu (28/1) sore.

Araghchi mengatakan Iran telah belajar dari pengalaman berharga perang 12 hari pada Juni lalu. Teheran kini lebih siap menanggapi serangan apa pun.


“Pelajaran berharga yang didapat dari Perang 12 Hari telah memungkinkan kita untuk merespons dengan lebih kuat, cepat, dan mendalam,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan Araghchi disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika Teheran tidak segera mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Trump memposting ancaman tersebut di akun Truth Social-nya, dengan menyatakan bahwa armada besar sedang berlayar menuju Iran dan akan segera melaksanakan misinya “dengan kekerasan, jika perlu” kecuali Iran bersedia membuat kesepakatan.

Trump mengatakan Iran akan aman jika kembali ke meja perundingan dan setuju untuk tidak melanjutkan program nuklirnya.

“Waktu hampir habis, ini benar-benar penting! Seperti yang saya katakan kepada Iran, DAPATKAN DEAL!” tulis Trump.

“Mereka tidak melakukannya sebelumnya dan terjadilah Operasi Midnight Hammer, kehancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan lebih buruk! Jangan biarkan hal itu terjadi lagi,” lanjut Trump.

AS dan Iran telah berselisih selama beberapa waktu. Ada kekhawatiran akan kembali terjadi perang antara kedua negara seperti yang terjadi tahun lalu.

AS awalnya beralasan ingin menyerang Iran karena tindakan keras Teheran terhadap pengunjuk rasa. Iran telah diguncang demonstrasi besar-besaran sejak 28 Desember akibat krisis ekonomi.

Kini, AS menggunakan alasan program nuklirnya untuk menyerang Teheran.

Iran telah menyatakan sejak awal bahwa mereka siap berperang jika Washington ingin “menguji” kesiapan mereka.

Awal pekan ini, kelompok penyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba di Timur Tengah.

Sejak Selasa (27/1), Iran memulai latihan perang besar-besaran di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, AS juga mengumumkan rencana latihan Angkatan Udara skala besar di wilayah tersebut.

(blq/dna/bac)


Exit mobile version