Jakarta, Pahami.id —
Muslim di Malaysia akan memulai puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis (19/2). Pengumuman tersebut disampaikan oleh Wali Doa Agung Para Raja Tan Sri Syed Danial Syed Ahmad.
Dalam siaran langsung dari Kuala Lumpur, Syed Danial mengatakan, penetapan awal Ramadhan dilaksanakan berdasarkan perintah Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim setelah mendapat persetujuan raja-raja di Malaysia.
“Dengan ini saya umumkan bahwa tanggal mulai puasa bagi negara-negara di seluruh Malaysia adalah pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Syed Danial pada Selasa (17/2) sore.
Penampakan hilal untuk menentukan awal Ramadhan dilakukan pada Selasa malam di 29 lokasi di seluruh Malaysia termasuk Menara Kuala Lumpur, Putrajaya International Convention Center, dan Pulau Langkawi.
Malaysia menentukan awal Ramadhan berdasarkan metode rukyat dan hisab dengan mengacu pada kriteria imkanur rukyah atau penampakan fisik bulan.
Awal Ramadhan 2026 di Malaysia sama saja dengan negara tetangganya. Dewan Agama Islam Singapura (Majlis Agama Singapura/MUIS) menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari.
Sebuah website yang membahas tentang dunia Islam, Islamic Information, melaporkan bahwa penentuan tersebut berdasarkan perhitungan astronomi. Menurut laporan mereka, bulan baru tidak akan terlihat pada 17 Februari.
Begitu pula dengan Indonesia, melalui sidang Isbat Kementerian Agama diputuskan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil konferensi Isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (28/2).
Berdasarkan hasil perhitungan dan tidak adanya bulan yang terlihat, disepakati tanggal 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, kata Nasaruddin, Selasa (17/2).
Sementara itu, Muhammadiyah memutuskan memulai puasa wajib di bulan suci pada Rabu (18/2).
(antara/chri)

