Jakarta, Pahami.id —
Murid Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait penunjukan Pengurus Harian (Pj) Rektor UNM yang berasal dari Universitas Hasanuddin.
Massa membentangkan spanduk bertuliskan ‘Nilai-Nilai Menteri Pendidikan Tinggi, Iptek’ dan ‘Tolak Kebijakan Menteri yang Tidak Adil’.
Aksi demonstrasi tersebut dilakukan karena mahasiswa menilai kebijakan Kemendikbud, khususnya mengenai penunjukan Pj Rektor UNM, tidak mencerminkan prinsip keadilan dan kepastian hukum.
“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Mendikbud yang kami anggap tidak adil dan tidak transparan dalam menangani permasalahan di UNM,” kata Ansar, usai aksi unjuk rasa di depan Rektorat Menara Pinisi UNM, Makassar, Rabu (5/2).
Dalam aksinya tersebut, masyarakat mendesak Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi segera mengkaji ulang kebijakan pengangkatan Plt Rektor UNM. Sebab, mereka menilai kebijakan tersebut bersifat politis dan diambil tanpa landasan hukum yang jelas serta mengabaikan asas objektivitas.
Selain itu, mahasiswa menilai proses perumusan kebijakan dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di UNM kurang transparan dan mengabaikan keputusan Polda Sulsel.
Menurut mereka, kondisi tersebut selain berpotensi batal secara hukum, juga mencoreng nama baik UNM di ranah publik. Oleh karena itu, masyarakat menghimbau agar penyelesaian perkara dilakukan secara obyektif, profesional, dan bebas dari unsur politik atau kepentingan politik tertentu.
Secara terpisah, praktisi hukum di Makassar, Yusuf Gunco menilai penonaktifan Karta Jayadi sebagai Rektor UNM sudah tidak relevan lagi. Dia mengatakan, setelah laporan dugaan pelecehan tersebut tidak ditindaklanjuti penyidik, seharusnya kedudukannya dikembalikan.
“Kalau kita kaji secara cerdas dan obyektif, seharusnya Mendikbudristek kembali ke jabatan Rektor. Fondasi pemerintahan PLH sudah hilang,” kata Yusuf.
Diketahui, Farida Patittingi resmi menjabat sebagai Penjabat Rektor (Pj) Universitas Negeri Makassar mulai Rabu (4/2). Status tersebut resmi diperkenalkan pada Parade Wisuda UNM Februari 2026 di Halaman Menara Pinisi UNM.
(des/dal)

