Site icon Pahami

Berita Maduro Dipenjara, Venezuela Menanti Lebih Banyak Tahanan Politik Bebas

Berita Maduro Dipenjara, Venezuela Menanti Lebih Banyak Tahanan Politik Bebas


Jakarta, Pahami.id

Penghuni Venezuela menunggu pembebasan lebih banyak lagi tapol yang dipenjara atas perintah Presiden Nicolas Maduro. Sementara Maduro masih ditahan di New York.

Presiden sementara Delcy Rodriguez mulai membebaskan tahanan yang dipenjara atas perintah Maduro. Ia mengatakan sejumlah besar tahanan akan dibebaskan sebagai tanda perdamaian yang diklaim AS.


Rodriguez mengatakan Venezuela akan mengambil “jalur diplomatik” dengan AS, sementara Presiden Donald Trump mengklaim AS “bertanggung jawab” terhadap negaranya.

“Saya berharap para tahanan mengingat betapa beruntungnya mereka karena AS datang dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan,” kata Trump di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (10/1) malam seperti dilansir AFP.

Hingga Sabtu sore, 21 orang telah dibebaskan termasuk beberapa tokoh oposisi terkemuka.

Seorang petugas polisi yang ditangkap dan dituduh melakukan pengkhianatan terhadap Venezuela telah meninggal. Aliansi oposisi Venezuela, Primero Justicia, percaya bahwa rezim Rodriguez harus bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Keluarga tahanan yang cemas berkemah di luar penjara, menunggu janji pembebasan tahanan politik.

Mereka mengadakan acara menyalakan lilin di luar rumah jaga El Rodeo, sebelah timur Caracas, dan kemudian di El Helicode, sebuah penjara terkenal yang dikelola oleh badan intelijen.

“Saya lelah dan marah. Tapi saya yakin mereka akan segera menyerahkannya kepada kami,” kata Nebraska Rivas, yang sedang menunggu pembebasan putranya di penjara El Rodeo.

Maduro dan istrinya ditangkap dalam penggerebekan pada 3 Januari 2026 yang dimulai dengan serangan udara di Caracas. Mereka dibawa ke New York City oleh militer AS untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Pada Sabtu (10/1), Maduro merilis video yang menyebut Maduro “baik”.

(kalau tidak)


Exit mobile version