Site icon Pahami

Berita Macron Puji Putusan MA Amerika Serikat yang Batalkan Tarif Trump

Berita Macron Puji Putusan MA Amerika Serikat yang Batalkan Tarif Trump


Jakarta, Pahami.id

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik keputusan tersebut Mahkamah Agung atau Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) yang membatalkan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Macron menilai keputusan tersebut membuktikan pentingnya fungsi checks and balances dalam sistem demokrasi.

Bukan hal yang buruk memiliki Mahkamah Agung dan oleh karena itu penegakan hukum. Sangat baik jika ada kekuasaan dan keseimbangan kekuasaan dalam demokrasi, kata Macron saat berbicara di pameran pertanian tahunan di Paris, Sabtu (21/2), seperti dilansir Anatolia.


Pada Jumat (20/2), Mahkamah Agung Amerika Serikat mengeluarkan keputusan 6-3 yang menekankan bahwa kewenangan penetapan bea masuk berada di tangan Kongres, bukan Presiden.

Pokok-pokok keputusan tersebut menyatakan bahwa:

– Overreach: Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) yang dikeluarkan Trump tidak mengamanatkan presiden untuk mengenakan tarif secara sepihak.

– Kekuasaan Kongres: Menentukan tarif bea cukai secara konstitusional merupakan kewenangan badan legislatif.
Donald Trump dalam konferensi persnya menyebut keputusan tersebut “sangat mengecewakan” dan mengaku malu dengan sikap beberapa hakim Mahkamah Agung.

Meski demikian, Trump mengatakan masih ada cara dan undang-undang lain yang bisa digunakan untuk terus menerapkan kebijakannya.

Macron juga menyinggung kebijakan Trump terkait pengenaan tarif global sebesar 10 persen. Dia mencatat bahwa Perancis akan secara hati-hati mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut dan melakukan adaptasi sesuai kebutuhan.

Macron mengatakan negaranya berkomitmen untuk melindungi ekspor produk-produk utama seperti komoditas pertanian, barang mewah, fesyen, dan peralatan penerbangan.

Pria berusia 48 tahun itu juga mengedepankan pendekatan yang tenang dan terukur. Menurutnya, aturan yang paling adil adalah timbal balik, bukannya menyerah pada keputusan sepihak. “Aturan yang paling adil adalah timbal balik,” tegas Macron, mengisyaratkan bahwa Prancis dan Uni Eropa mungkin akan mengambil langkah serupa jika AS melanjutkan kebijakan sepihaknya.

(Wow)


Exit mobile version