Site icon Pahami

Berita Longsor di Kawasan Bromo, Wisata Tetap Buka

Berita Longsor di Kawasan Bromo, Wisata Tetap Buka


Surabaya, Pahami.id

Akses turis Gunung Bromo tetap terbuka dan tidak terpengaruh tanah longsor yang terjadi di Bukit Kedaluh atau Bukit King Kong, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (25/2).

Petugas Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama mengatakan, longsor tersebut menutup sebagian jalan.

Masih aman gan. Longsor terjadi di beberapa ruas jalan, kata Endrip saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.


Sambungan endrip, pengunjung atau wisatawan masih bisa menyeberang dan turun menuju kawasan laut gurun, menggunakan jalur yang tidak terkena longsor.

“Jadi karena lokasinya yang dalam sudut pandang Bukit Kedaluh, pengunjung yang datang dari arah pendakian masih bisa turun ke Laut Pasir secara bergantian dengan jalur yang tidak terdampak longsor, ujarnya.

Pengunjung juga masih bisa mengakses titik Pasar Lemah atau yang dulu bernama Bukit Cinta karena lalu lintas menuju destinasi tersebut tidak terkena dampak longsor.

Sedangkan yang berada di kawasan pemandangan Lemah Pasar atau Bukit Cinta tidak terkena dampak kemacetan lalu lintas, ”ujarnya.

Kawasan Gunung Bromo dikabarkan pernah mengalami longsor. Tepatnya di sekitar kawasan Bukit Kedaluh atau Bukit King Kong, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Akibatnya, sejumlah kendaraan tertimbun longsor.

Petugas Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama mengatakan, longsor terjadi pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB.

“Kami informasikan terjadi longsor di jalan sekitar gardu pandang Bukit Kedaluh dengan perkiraan lebar sekitar 15 x 10 meter,” kata Endrip, Rabu (25/2).

Endrip mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Namun, beberapa kendaraan bermotor dilaporkan tertimbun material tersebut. Beberapa di antaranya telah berhasil ditransfer.

“Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sebanyak 7 sepeda motor penyedia jasa pariwisata dilaporkan tertimbun longsor, dan 2 diantaranya masih belum bisa digerakkan,” ujarnya.

Saat ini, kata Endrip, petugas dari Penanjakan Mountain Resort beserta pelaku jasa pariwisata dan masyarakat setempat sudah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penertiban.

Sementara itu, alat berat dari Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur sedang menuju lokasi untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan dampak longsor.

(Jumat/Senin)


Exit mobile version