Site icon Pahami

Berita Ledakan di Abu Dhabi hingga Kuwait, Jalur Udara Tutup

Berita Ledakan di Abu Dhabi hingga Kuwait, Jalur Udara Tutup


Jakarta, Pahami.id

Eskalasi militer di Timur Tengah melebar setelah adanya konfirmasi serangan tersebut Amerika Serikat Dan Israel ke Teheran, Iranpada Sabtu (28/2).

Dampak serangan udara tersebut kini meluas ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang mulai menutup wilayah udaranya demi keamanan nasional.


Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan penutupan wilayah udara mereka untuk semua penerbangan sipil.

Laporan terbaru dari kantor berita Reuters menyebutkan ledakan keras terdengar di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Kepulan asap dilaporkan terlihat membubung dari pusat kota, memicu kekhawatiran bahwa konflik telah menyebar ke luar perbatasan Iran.

Kementerian Pertahanan Qatar membenarkan serangkaian ledakan yang terdengar di ibu kota Doha dan merupakan akibat dari aktivitas sistem pertahanan udara.

Otoritas setempat menyatakan beberapa rudal yang ditujukan ke wilayah kedaulatan Qatar berhasil dicegat sebelum mengenai sasarannya.

[Gambas:Video CNN]

Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Kuwait. Menurut laporan Al JazeeraSerangkaian ledakan terdengar di wilayah Kuwait yang segera disusul dengan pengaktifan sirene peringatan di seluruh kota.

Penutupan jalur udara oleh tiga negara transit utama tersebut terjadi di tengah operasi militer yang oleh Presiden AS Donald Trump disebut sebagai “operasi besar-besaran yang berkelanjutan” untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran.

Langkah drastis yang diambil negara Teluk tersebut diperkirakan akan melumpuhkan rute penerbangan internasional antara Asia dan Eropa, karena bandara di Doha dan Abu Dhabi merupakan bandara penghubung utama dunia.

Tak hanya itu, sejumlah ledakan juga mengguncang Manama, Bahrain pada Sabtu (28/2). AFP melaporkan, ledakan itu terjadi di tengah serangan pasukan AS dan Israel terhadap Iran.

Tak hanya ledakan, sirene darurat juga berbunyi di Bahrain yang merupakan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Situasi ini terjadi di tengah ancaman pembalasan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya memperingatkan bahwa kekuatan militer terkuat sekalipun bisa dikalahkan hingga tidak mampu bangkit lagi.

Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Jakarta meminta masyarakat internasional termasuk Indonesia mengutuk agresi AS-Israel yang dianggap sebagai ancaman nyata bagi perdamaian global.

(Kris)



Exit mobile version