Site icon Pahami

Berita Kuwait Usir 2 Diplomat Iran usai Bandaranya Diserang

Berita Kuwait Usir 2 Diplomat Iran usai Bandaranya Diserang


Jakarta, Pahami.id

Kuwait memecat dua diplomat Iran setelah bandara internasional terkena serangan udara pada Rabu (3/6).

Melalui pernyataan di media sosial


Nota protes tersebut memuat keputusan pengurangan jumlah staf Kedutaan Besar Iran. Dua diplomat dinyatakan persona non grata dan diharuskan meninggalkan Kuwait dalam waktu 24 jam, Anadolu Agency melaporkan.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Hamad Suleiman Al Mashaan menegaskan kembali penolakan negaranya untuk dijadikan medan pertempuran oleh negara mana pun.

“Dia juga menegaskan bahwa tuduhan palsu Iran tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti apa pun, dan pengulangan tuduhan tersebut sama sekali tidak membenarkan serangan terhadap wilayah Kuwait serta infrastruktur publik dan penting,” kata Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam sebuah pernyataan.

“Kuwait mempunyai hak penuh dan melekat untuk mempertahankan diri dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya,” lanjut Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Bandara internasional Kuwait terkena serangan drone pada Rabu (3/6). Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan 63 lainnya luka-luka.

Serangan tersebut juga merusak fasilitas penting, salah satunya misi diplomatik. Perdana Menteri Kuwait Ahmad Abdullah Al Ahmad Al Sabah segera mengunjungi bandara setelah serangan tersebut.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Rabu dini hari mengeluarkan pernyataan bahwa serangan mereka menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Pangkalan Udara Ali Al Salem. IRGC mengklaim serangan itu diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap menara komunikasi IRGC di selatan Pulau Qeshm.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait telah mengaktifkan rencana darurat negaranya akibat serangan ini. Seluruh penerbangan internasional ke Kuwait juga dialihkan ke bandara di negara tetangga.

(blq/dna)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version