Site icon Pahami

Berita Korupsi Kepala Daerah Persoalan Serius

Berita Korupsi Kepala Daerah Persoalan Serius


Jakarta, Pahami.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan korupsi Pemimpin daerah masih menjadi permasalahan serius di Indonesia.

Juru Bicara Komite Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo mengatakan para pemimpin daerah sedang mengalami krisis kepemimpinan sehingga masih melakukan tindak pidana korupsi.

Hal ini disampaikan KPK menanggapi pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi yang menyatakan tidak ada bupati yang tidak koruptor.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan bahwa praktik korupsi yang melibatkan bupati masih menjadi permasalahan serius di pemerintahan daerah di Indonesia, kata Budi saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Rabu (21/1) sore.

Fenomena ini menunjukkan bahwa integritas kepemimpinan publik masih menghadapi tantangan yang tidak mudah, tambahnya.

Budi menegaskan, bupati merupakan jabatan publik yang diamanatkan karena diberikan langsung oleh rakyat melalui proses demokrasi.

Amanah tersebut, kata dia, perlu dijaga dengan penuh tanggung jawab, jangan sampai disalahgunakan melalui kekuasaan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau kelompok tertentu.

Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan penyalahgunaan kekuasaan seringkali menjadi awal terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pimpinan daerah yang tidak bertanggung jawab. Praktik ini kerap disusupi dalam bentuk keputusan atau kebijakan strategis, mulai dari pengelolaan anggaran, perizinan, pengadaan barang dan jasa, hingga penataan proyek pembangunan daerah.

Kata Budi, saat ini kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk mengabdi kepada masyarakat berubah menjadi alat untuk memperkaya diri sendiri.

“Kekuasaan bukanlah sebuah keistimewaan, tapi tanggung jawab moral dan hukum,” ujarnya.

Dengan permasalahan tersebut, tambah Budi, upaya pencegahan, edukasi dan partisipasi masyarakat, koordinasi pengawasan, serta melalui pendekatan penindakan akan terus dilaksanakan secara konsisten dan integratif.

Namun, lanjutnya, keberhasilan pemberantasan korupsi sebenarnya bergantung pada komitmen integritas pemimpin daerah itu sendiri. Kesadaran bahwa jabatan merupakan amanah masyarakat perlu menjadi landasan utama dalam setiap tindakan dan keputusan.

“Dengan memperkuat integritas, kepatuhan terhadap hukum, dan keberanian menolak praktik korupsi, bupati diharapkan mampu menjadi teladan bagi birokrasi dan masyarakat,” kata Budi.

“Dengan begitu, kepercayaan masyarakat bisa kembali pulih, dan tujuan pembangunan daerah yang berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan rakyat benar-benar bisa terwujud,” ujarnya.

(fra/ryn/fra)



Exit mobile version