Jakarta, Pahami.id –
Komisi Kepolisian Nasional (Compoly) M. Choirul Anam, mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk bertemu dengan keluarga pengemudi taksi sepeda motor online atau Dayung Orang mati dihancurkan oleh kendaraan taktis brimobal (Rantis) pada hari Kamis (8/28).
Anam mengatakan keluarga korban menuntut keadilan maksimal dalam penyelidikan kasus di daerah Jakarta Tengah.
“Mereka menyampaikan pesan tentang bagaimana proses keadilan dapat dimaksimalkan,” kata Anam di RSCM pada hari Jumat (29/9) di pagi hari.
Anam menambahkan bahwa ia juga bertemu dengan Kepala Divisi Profesional dan Keamanan (Kadiv Propam) dari Polisi Nasional, Inspektur Jenderal Abdul Karim, dan Brimob. Mereka berkomitmen untuk mengikuti kasus ini secara transparan.
Saat ini, tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan masih dalam proses inspeksi. Compolnas telah menerima identitas anggota dan berharap status hukum mereka akan segera ditentukan.
Anam juga bertemu dengan Kepala Polisi Listyo Sigit Prabowo di tempat kejadian. Selama pertemuan, keluarga kembali mempresentasikan permintaan keadilan.
Menanggapi hal ini, Kepala Polisi secara langsung menyampaikan permintaan maaf dan meminta maaf untuk memastikan bahwa penegakan hukum transparan.
“Kepala polisi menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk penegakan hukum dan akan transparan,” kata Anam.
Meminta pembatasan dan pemulihan yang ketat untuk keluarga korban
Bagi keluarga korban, Anam berjanji bahwa compolna akan mengawasi kasus ini sampai akhir. Dia menekankan bahwa setiap pelanggaran yang terbukti harus diberikan pembatasan yang ketat.
Selain proses hukum, ANAM juga menekankan pentingnya pemulihan bagi keluarga korban. Dia menjelaskan bahwa korban adalah salah satu pilar ekonomi keluarga, jadi pemulihan ini diperlukan.
Tingkat Anam, pertemuan antara polisi nasional dan keluarga korban adalah langkah yang sangat baik. Dia berharap insiden itu akan menjadi studi bagi petugas polisi untuk tidak bertindak secara emosional dan tidak bertindak.
“Ini adalah pembelajaran bersama untuk teman -teman petugas polisi karena tidak secara emosional, tidak mudah untuk bertindak,” kata Anam.
(WIW)