Jakarta, Pahami.id —
Film animasi KPop Demon Hunters tidak hanya meraih kesuksesan global, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga hubungan Korea Selatan Dan Jepang lebih ramah.
Demon Hunters bercerita tentang perjuangan Huntix melawan iblis (roh jahat) untuk melindungi penggemarnya dari bahaya supernatural.
Film tersebut juga menceritakan tentang krisis identitas Rumi. Dia tidak hanya memburu setan, dia harus menerima bahwa dia memiliki pola setan, yang berarti Rumi adalah setengah setan.
Mereka telah menerima beberapa penghargaan, termasuk yang terbaru Lagu Asli Terbaik untuk lagu “Golden” di Golden Globe Awards 2026.
Diplomasi stik drum
Lagu “Golden” juga turut mempererat hubungan Korea Selatan dan Jepang.
Golden menceritakan perjuangan bangkit dari keterpurukan hingga menerima jati diri.
Tak hanya itu, lagu tersebut menggambarkan perjuangan melawan ketakutan masa lalu untuk menjadi lebih cemerlang, berani, dan kuat.
Pada 13 Januari, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyanyikan lagu “Golden” dan lagu “Dynamite” milik Bangtan Sonyeondan (BTS).
[Gambas:Video CNN]
Takaichi sengaja mengejutkan Lee, karena presiden pernah mengatakan bahwa salah satu mimpinya adalah bermain drum.
Takaichi adalah mantan drummer ketika dia masih di sekolah. Dia juga menyukai musik heavy metal. Namun saat itu, PM Jepang memuji permainan Lee.
“Presiden belajar bermain drum hanya dalam 5-10 menit,” katanya seperti dikutip Reuters.
Jepang merupakan salah satu pasar bagi industri budaya dan hiburan Korea Selatan. Industri ini sangat sukses di Negeri Sakura karena infrastrukturnya yang lengkap, budaya pembelian album fisik/digital, dan fanatisme yang kuat.
Bersambung di halaman berikutnya…
Jepang juga merupakan tujuan wisata dan pendapatan utama bagi grup KPop karena posisi negara tersebut sebagai negara terbesar kedua di dunia untuk streaming K-Pop.
Bagi Lee, permainan ini memenuhi impiannya sejak ia masih muda.
“Saya mewujudkan impian seumur hidup saya. Bermain drum sudah menjadi impian saya sejak kecil,” ujarnya dalam keterangan resmi kepresidenan Korea Selatan, seperti dikutip CNN.
Dalam tweet di X tentang momen ini, Lee mengaitkan hubungan Korea Selatan-Jepang dengan bermain drum. Mereka memainkan ritme yang sama, meski dengan tempo berbeda.
Singkatnya, ia berharap kedua negara bisa lebih erat, saling menghormati perbedaan, dan sama-sama berusaha beradaptasi.
Meski tempo kami sedikit berbeda, kami berdua berusaha beradaptasi dengan ritme, bersama-sama menciptakan hubungan yang berorientasi masa depan dengan satu hati, katanya.
Momen mesra Takaichi dan Lee terjadi usai menggelar pertemuan puncak perkuat kerja sama di Nara, Jepang.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai isu seperti rantai pasokan, denuklirisasi Semenanjung Korea, dan kerja sama dengan Amerika Serikat.
“Kami sepakat mengenai pentingnya kerja sama Korea-Jepang dan Korea-AS-Jepang bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, mengingat situasi internasional yang berubah dengan cepat,” kata Lee dalam pernyataan bersama terkait KTT tersebut.
Dulu, hubungan Korea Selatan-Jepang mengalami pasang surut. Namun, beberapa tahun terakhir hubungan mereka menghangat.
Dalam pemerintahan saat ini, Lee berjanji untuk menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
“Saya yakin kerja sama antara Korea dan Jepang kini menjadi lebih penting dari sebelumnya, karena kita harus terus bergerak maju menuju masa depan yang baru dan lebih baik di tengah tatanan internasional yang kompleks dan tidak stabil ini,” ujarnya.