Site icon Pahami

Berita Kenapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Amat Ganas & Banyak Korban Tewas?

Berita Kenapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Amat Ganas & Banyak Korban Tewas?

Jakarta, Pahami.id

Insiden Kebakaran Apartemen Horor di lingkungan Tai Po, Hongkong Pada Rabu (26/11) pukul 14.51 waktu setempat, ratusan orang tewas dan 279 orang hilang.

Sebanyak 11 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang, dan sekitar 79 orang luka-luka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran.


Petugas pemadam kebakaran berusaha menjangkau orang-orang yang terjebak di dalam setelah api berkobar selama lebih dari 24 jam

Hingga Kamis (27/11) pagi, petugas menyatakan api di empat gedung telah berhasil dikendalikan, namun petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api di tiga gedung lainnya selama lebih dari 16 jam.

Luncurkan situs web ini Al JazeeraKebakaran di kompleks apartemen Hong Kong bermula dari perancah bambu di luar gedung. Perancah terbuat dari batang bambu yang digunakan pekerja pada saat perbaikan.

Bahan perancah mudah terbakar dan ketika perancah terbakar, api dengan cepat menyebar ke seluruh struktur dan masuk ke dalam bangunan, kemudian menyebar ke orang lain.

Dalam perbaikan tersebut, blok tersebut juga terbungkus jaringan konstruksi hijau hingga bagian atap dan terbakar.

Menurut media setempat, api membesar dengan cepat pada pukul 15.30 waktu setempat, dengan alarm kebakaran mencapai tingkat empat. Pada pukul 18.22, naik ke level lima.

Kebakaran dengan alarm Tingkat Lima adalah tingkat peringatan tertinggi dan paling mematikan dalam lebih dari 100 tahun di Hong Kong.

Kebakaran besar terjadi di Wang Fuk Court, sebuah kompleks di distrik Tai Po, Hong Kong, dimana kompleks tersebut dibangun pada tahun 1983 dan terdiri dari delapan gedung bertingkat dengan sekitar 1.984 unit apartemen.

Menurut media setempat, tujuh bangunan terbakar dan empat di antaranya berhasil dipadamkan.

Tai Po adalah pinggiran kota Hong Kong yang berbatasan dengan daratan Tiongkok, dan merupakan rumah bagi sekitar 300.000 penduduk.

Berdasarkan sensus tahun 2021, hampir 40 persen dari 4.600 penghuni apartemen adalah lansia atau berusia 65 tahun ke atas.

Saat kebakaran terjadi, para penyintas tidak mendengar alarm kebakaran, sehingga mereka mengetuk pintu satu per satu untuk memperingatkan masyarakat.

“Membunyikan bel pintu, mengetuk pintu, menyuruh tetangga, menyuruh mereka pergi, itulah yang terjadi,” kata salah satu korban selamat, Suen.

Bersambung di halaman berikutnya…

Api cepat membesar karena bermula dari perancah bambu di sekeliling bangunan dan lapisan jaring hijau yang menutupi blok.

Kedua benda tersebut memiliki bahan yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat menyebar ke luar menara dan mencapai banyak lantai.

Sisa-sisa potongan yang terbakar berjatuhan dan membakar beberapa bangunan di dekatnya dalam hitungan menit.

Ditambah lagi dengan adanya angin dan area terbuka akibat proses renovasi dapat menyebabkan api semakin cepat membesar.

Polisi juga mengatakan mereka menemukan jaring yang mudah terbakar dan bahan pelindung di bagian luar bangunan, serta busa polistiren di jendela.

Berapa banyak orang yang meninggal atau hilang?

Pemerintah setempat mengkonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak 94 orang, termasuk petugas pemadam kebakaran Ho Wai-ho, 37 tahun, yang bekerja di Stasiun Pemadam Kebakaran Sha Tin.

Ho mencoba memadamkan api di lantai dasar pada pukul 15.30 waktu setempat, namun ia kehilangan kontak dengan timnya dan ditemukan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prince of Wales, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.41 waktu setempat.

Menurut KJRI Hong Kong, sedikitnya dua pekerja migran Indonesia tewas dalam kebakaran dahsyat tersebut, dan dua lainnya luka-luka.

Laporan sementara menyebutkan sekitar 76 orang dilaporkan terluka, termasuk 10 petugas pemadam kebakaran, dan total 279 warga belum ditemukan.

Setidaknya empat orang meninggal di rumah sakit dan sekitar 900 orang mengungsi di pusat komunitas.



Exit mobile version