Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengonfirmasi sembilan WNI (warga negara Indonesia) yang telah ditangkap Israel sekarang di Port Ahsdod, Israel selatan.
Kesembilan WNI tersebut tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla (GSF). Armada GSF akan berlayar ke Jalur Gaza, Palestina, untuk menerobos blokade Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Sesuai informasi sekretariat GPCI, seluruh (relawan) dibawa ke pelabuhan Ashdod termasuk 9 WNI,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.comRabu (20/5) sore.
Pihak berwenang Israel sebelumnya mengatakan 430 sukarelawan dari armada tersebut sedang dalam perjalanan ke Israel, sementara beberapa lainnya tiba di pelabuhan Ashdod.
“430 aktivis tersebut telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang dalam perjalanan ke Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel.
Kelompok hak asasi manusia juga membenarkan situasi yang sama. Setelah berlayar ke Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan, warga sipil diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel.
“Tindakan ini merupakan perpanjangan langsung dari kebijakan hukuman kolektif dan kelaparan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza,” kata Itu dalam keterangan resmi.
Sementara itu, video yang beredar memperlihatkan tentara Israel menangkap dan mengusir salah satu relawan, saat Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunjungi pelabuhan Ashdod. Ben Gvir terlihat tertawa sambil mengibarkan bendera Israel.
Dalam rekaman tersebut, terlihat para relawan dengan tangan diikat ke belakang dan diminta berlutut. Beberapa terlihat diseret secara paksa.
Militer Israel telah menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional dalam beberapa hari terakhir. Mereka menahan ratusan relawan termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berlayar menerobos blokade Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam armada tersebut sebagai “skema jahat yang dirancang untuk mematahkan blokade Israel terhadap teroris Hamas di Gaza.
(isa/dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

