Site icon Pahami

Berita Kemlu Pastikan Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Bukan untuk Misi Tempur

Berita Kemlu Pastikan Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Bukan untuk Misi Tempur


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri RI membenarkan pengerahan pasukan Indonesia sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional.ISF), bukan dalam konteks misi tempur.

Partisipasi Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi, kata Kementerian Luar Negeri dalam laman resminya, Sabtu (14/2).

Kementerian Luar Negeri menyatakan militer Indonesia tidak akan melakukan operasi tempur atau konfrontasi dengan pihak bersenjata mana pun.


“Perwira Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun,” tulis Kementerian Luar Negeri.

Kementerian Luar Negeri memastikan keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur maupun misi demiliterisasi.

Kementerian Luar Negeri menegaskan, amanah Indonesia bersifat kemanusiaan dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, serta pelatihan dan penguatan kapasitas polisi Palestina.

Kemudian, Kementerian Luar Negeri juga memastikan penggunaan kekerasan yang dilakukan TNI sangat terbatas. Penggunaan kekerasan hanya diperbolehkan membela diri dan sepenuhnya mematuhi hukum internasional.

“Wilayah penugasan Indonesia khusus dibatasi di Gaza yang merupakan bagian dari wilayah Palestina,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga menolak perubahan demografi dan pemindahan paksa warga Palestina. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia tidak akan segan-segan menghentikan keikutsertaannya apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari peringatan nasional Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.

Partisipasi dan kehadiran personel Indonesia di ISF tidak dimaknai sebagai pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun, kata pernyataan itu.

Media Israel, KAN, memberitakan Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa minggu setelah konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian (BoP) Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington yang akan digelar pada 19 Februari di Washington.

KTT Dewan Perdamaian akan diadakan pada 19 Februari di Washington.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirimkan sekitar 8.000 tentara ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari ISF. Prasetyo mengatakan, saat ini Indonesia masih mempersiapkan skema penempatan militer termasuk komposisi anggota dari masing-masing negara yang terlibat.

Menurutnya, ada sekitar 20 ribu anggota dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

Itu bagian dari aparat keamanan, kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

“Belum, sedang dibahas. Tapi kemungkinan kita (kirim) sekitar 8.000. Total (tentara) 20 ribu,” kata Prasetyo.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/dna)


Exit mobile version