Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri RI angkat bicara setelah empat WNI (warga negara Indonesia) diculik oleh bajak laut di perairan Gabon.
Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah membenarkan penyitaan terjadi pada 11 Januari lalu terhadap kapal ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Equata, Gabon.
“Bajak laut kriminal telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak kapal, 4 diantaranya adalah warga negara Indonesia,” kata Heni kepada CNNIndonesia.comSelasa (13/1).
Sementara itu, tiga awak kapal lainnya termasuk dua WNI kini selamat dan berada di kapal yang sama. Mereka dikawal oleh Angkatan Laut Gabon ke Libreville, ibu kota Gabon.
Lebih lanjut, kata Heni, tim TNI Angkatan Laut Gabon kini tengah memburu pelaku.
Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Yaounde juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan/agen pelayaran, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik guna mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi kesehatan awak kapal WNI tersebut.
“Dan memastikan tetap terpenuhinya hak-hak ketenagakerjaan bagi awak kapal WNI dan/atau keluarganya,” kata Heni.
Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yaounde, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi dan menangani kasus ini.
Sebelumnya, media lokal Gabon 24 memberitakan sembilan awak kapal, termasuk WNI, diculik bajak laut di perairan Gabon.
Kapal tersebut diserang bajak laut saat sedang memancing sekitar 7 mil di laut tenggara Equata, perairan Gabon.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Pertahanan mengabarkan pelaku terdiri dari tiga pria bersenjata.
(isa/rds)

