Site icon Pahami

Berita Kemenkes Minta Warga Mulai Tingkatkan Kewaspadaan atas Virus Nipah

Berita Kemenkes Minta Warga Mulai Tingkatkan Kewaspadaan atas Virus Nipah


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan) meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran tentang virus Nipah.

Sejauh ini Kementerian Kesehatan menyatakan belum ada kasus penularan virus Nipah di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Murti Utami menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menyerang kelelawar buah.


Virus ini dapat menular melalui hewan lain (misalnya babi) melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau karet).

Hingga saat ini belum ada laporan kasus terkonfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia merupakan wilayah berisiko berdasarkan jarak geografis dan intensitas pergerakan dengan negara-negara yang mengalami kejadian tidak biasa. di antaraMinggu (1/2).

Murti mengingatkan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, terus memantau dan memastikan tren kasus dugaan meningitis/ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI), ISPA, dan pneumonia.

Sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus nipah, Murti juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil getah atau nira langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mencemari nipah atau nira kelapa pada malam hari.

Oleh karena itu, sebelum mengambil gula aren, sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Setelah itu, cuci dan kupas buahnya hingga bersih, dan buang buah yang ada tanda-tanda bekas gigitan kelelawar, ”ujarnya.

Kajian potensi sumber penularan di Indonesia

Selain itu, Murti juga memaparkan hasil penelitian di Indonesia yang menunjukkan bukti serologis dan deteksi virus pada inang alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menunjukkan potensi sumber penularan di Indonesia.

“Penularan dari manusia ke manusia juga pernah dilaporkan, terutama melalui kontak dekat dengan penderita. Manifestasi klinisnya bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis (peradangan) yang dapat mengakibatkan kematian,” ujarnya.

Kasus akibat virus Nipah menjadi perhatian global setelah kasusnya meningkat di India.

Pada 26 Januari 2026, dua kasus terkonfirmasi tanpa kematian dilaporkan di Distrik 24 Parganas Utara, negara bagian Benggala Barat. Seluruh kasus terkonfirmasi adalah petugas kesehatan. Saat ini, lebih dari 120 kontak dekat telah diidentifikasi dan semuanya telah dikarantina sementara penyelidikan terus berlanjut.

(antara/anak-anak)


Exit mobile version