Site icon Pahami

Berita Kecam Serangan ke Timteng, Saudi Siapkan Serangan Balasan ke Iran

Berita Kecam Serangan ke Timteng, Saudi Siapkan Serangan Balasan ke Iran


Jakarta, Pahami.id

Arab Saudi memperingatkan bahwa mereka berhak membela diri, termasuk dengan membalas, setelah ibu kota Riyadh menjadi sasaran serangan Iran pada Sabtu (28/2).

Saudi membenarkan bahwa Iran telah melancarkan serangan ke ibu kota Riyadh dan provinsi timur Arab Saudi.

“Arab Saudi mengutuk keras serangan terang-terangan dan pengecut yang dilakukan Iran, yang menargetkan Riyadh dan Provinsi Timur,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang dikutip AFP.


“Mengingat agresi yang tidak beralasan ini, Pemerintah menegaskan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan melindungi wilayahnya, negara dan rakyatnya, termasuk dengan opsi untuk membalas serangan tersebut,” lanjut pernyataan tersebut.

Ancaman ini ditegaskan Saudi setelah Iran melancarkan serangan balik yang menyasar Riyadh.

Iran juga menargetkan beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara di Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) juga mengutuk eskalasi berbahaya yang dilakukan Iran.

“Pemerintah mengecam dan mengecam keras agresi brutal Iran dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, Kerajaan Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania,” demikian bunyi pernyataan pemerintah Saudi.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed, Pangeran MbS menyatakan solidaritas penuh Saudi terhadap UEA dan menawarkan sumber dayanya untuk mendukung setiap langkah yang diambil UEA.

Negara tersebut juga meminta komunitas internasional untuk mengutuk serangan Iran.

Diketahui, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke AS sejak Sabtu pagi waktu setempat. Sebagai tanggapan, Iran juga melancarkan serangan balik yang menargetkan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Serangan balik tersebut menyasar beberapa titik di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Yordania.

(dan/harapan)



Exit mobile version