Site icon Pahami

Berita Kebakaran 7 Apartemen Hong Kong, 128 Tewas & 11 WNI Dilaporkan Hilang

Berita Kebakaran 7 Apartemen Hong Kong, 128 Tewas & 11 WNI Dilaporkan Hilang


Jakarta, Pahami.id

Akibatnya, korban meninggal api menghancurkan di tujuh apartemen di Hongkong Tercatat 128 orang pada Jumat (28/11).

Sementara itu, 11 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang dalam kebakaran di tujuh apartemen di Pengadilan Wang Fuk, Tai PO, Hong Kong.

Menurut laporan Pos Pagi Tiongkok Selatan (SCMP) Korban tewas termasuk petugas pemadam kebakaran dan 16 mayat yang masih berada di dalam gedung.


Pihak berwenang Hong Kong juga melaporkan 79 orang termasuk 11 petugas pemadam kebakaran terluka.

Upaya penyelamatan dan pencarian korban masih terus dilakukan. Petugas berhasil memadamkan api setelah terbakar lebih dari 24 jam.

Sementara itu, menurut laporan Penjagamengutip salah seorang anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menyebutkan 11 warga Indonesia dan 19 warga Filipina masih dilaporkan hilang.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong belum bisa memastikan jumlah WNI yang hilang karena proses verifikasi dan identifikasi masih berlangsung.

Karena data WNI yang hilang terus bertambah pesat, maka KJRI hingga saat ini belum bisa memberikan datanya kepada publik, kata Wakil Konsul Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong, Zivya Syifa, cnnindonesia.com, Jumat.

Kebakaran terjadi di kompleks gedung apartemen di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong Utara pada Rabu malam. Dari delapan bangunan tersebut, tujuh di antaranya terbakar.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam 75 tahun terakhir di Hong Kong.

Saat terjadi kebakaran, sebagian bangunan telah direnovasi dan banyak terdapat perancah bambu dan styrofoam yang diduga menyebabkan api lebih cepat menyebar.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, termasuk penggunaan perancah bambu.

Pihak berwenang Hong Kong juga telah menangkap lima orang yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Mereka adalah dua direktur konsultan renovasi dan tiga anggota staf senior di sebuah perusahaan renovasi.

(ISA/RDS)


Exit mobile version