Jakarta, Pahami.id —
Israel mengumumkan telah merebut semua kapal armada tersebut Armada Sumud Global (GSF) menuju ke Jalur Gaza Palestina bersama ratusan relawan.
Kementerian Luar Negeri Israel (Kemlu) pada Selasa (19/5) menyatakan, kini sebanyak 430 relawan GSF telah dibawa ke Israel menggunakan kapal Negara Zionis, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang juga merupakan relawan GSF.
“Konvoi PR lainnya telah berakhir. 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan menuju ke Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah postingan di X.
Lebih jauh lagi, Kementerian Luar Negeri Israel menekankan bahwa konvoi GSF “terbukti tidak lebih dari sekedar aksi humas yang melayani Hamas.”
“Israel akan terus bertindak sesuai dengan hukum internasional dan tidak akan membiarkan pelanggaran apa pun terhadap blokade maritim yang sah di Gaza,” kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah pernyataan.
Dalam pernyataan terpisah, GSF menyatakan bahwa seluruh 77 kapal yang berpartisipasi dalam misi tersebut dicegat oleh pasukan Israel.
Angkatan bersenjata Israel dikatakan telah mengirimkan “armada angkatan laut penuh” untuk menaiki kapal tersebut dan menampung ratusan sukarelawan internasional di dalamnya.
Global Sumud Flotilla adalah inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan menembus blokade Israel di Jalur Gaza, Palestina, untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan.
Misi ini dihadiri oleh 426 peserta, termasuk 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lainnya, antara lain Jerman, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Bahrain, Brazil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Perancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Oman dan Selandia Baru.
(rds)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

