Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (korsel) mengatakan, Minggu (10/5), bagian buritan kapal curah yang dioperasikan perusahaan pelayaran HMM Co., Ltd dihantam dua benda tak dikenal pada Senin (4/5) saat kandas di Selat Hormuz.
Sepekan lalu, Korea Selatan juga melaporkan adanya ledakan dan kebakaran di kapal yang sama, HMM Namu, di selat tersebut, saat berlabuh di dekat Uni Emirat Arab. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat itu mengatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh serangan Iran.
Korea Selatan masih menyelidiki insiden tersebut, dan HMM ditarik ke pelabuhan di Dubai setelah kebakaran pada hari Senin, sementara inspeksi di tempat dilakukan pada hari Jumat.
Belum dapat dipastikan objek apa ini meskipun terekam kamera pengintai, kata kementerian. Pihak berwenang mengatakan puing-puing tersebut akan dikumpulkan di lokasi untuk dianalisis.
Benda-benda tersebut menghantam buritan pelabuhan sekitar pukul 15.30. pada hari Senin, Park Il, juru bicara kementerian, mengatakan pada hari Minggu.
Dampaknya menimbulkan kebakaran yang merusak area berukuran 7 x 5 meter, kata Park. Ia menambahkan, kejadian tersebut kemungkinan besar bukan disebabkan oleh ranjau laut atau masalah apa pun pada mesin, generator, atau boiler kapal.
“Kami kira penyebab kebakaran bukan terkait permasalahan internal kapal,” ujarnya.
Korea Selatan telah menghubungi negara-negara terkait, termasuk Iran, mengenai insiden tersebut, kata Park.
Iran telah membantah bertanggung jawab. Mereka tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai item tersebut di luar jam kerja normal.
(biaya)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

