Site icon Pahami

Berita Kapal Tanker Kembali Terbakar di PT ASL Batam

Berita Kapal Tanker Kembali Terbakar di PT ASL Batam


Batam, Pahami.id

Kebakaran kapal tanker Hal ini kembali terjadi di kawasan industri PT ASL Galangan Kapal Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (25/1).

Kapal yang terbakar adalah Elnusa Trans Samudera yang sedang dalam proses perbaikan (berlabuh) di galangan kapal perusahaan di Singapura.


Ada lagi kebakaran kapal, Elsa Regent anak perusahaan Pertamina Elnusa, memang kapalnya kosong dan kapal sudah beroperasi 3 tahun.berlabuh PT ASL,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya CNNIndonesia.com.

Diky memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran kapal tersebut.

Namun kecelakaan itu tidak mengakibatkan luka-luka atau kematian, karena kapal dalam keadaan kosong, tidak sedang dibangun, katanya.

Sementara itu, Kapolres Barelang Kompol Anggoro Wicaksono mengatakan, kebakaran lahan PT ASL Shipyar Indonesia di Tanjung Uncang, Batam yang terjadi siang tadi, tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka.

“Memang terjadi kebakaran siang tadi, tidak ada korban jiwa,” ujarnya yang dikonfirmasi di Batam, dikutip dari di antara.

Anggoro memastikan pihaknya telah mengumpulkan data dan informasi untuk memastikan kebakaran tersebut tertangani dengan baik.

Menurut dia, kebakaran saat ini diduga terjadi karena kesalahan sistem dan faktor cuaca.

Diduga akibat kesalahan sistem dan api menjalar akibat angin kencang, ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Patroli Polda Provinsi Riau, peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Pemadaman dilakukan unit penyelamat dari PT ASL Shipyard dan BP Batam. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran di PT ASL Shipyard yang berlokasi di Tanjung Uncang, Kota Batam, kembali terjadi. Pada tahun 2025, terjadi dua kali peristiwa kebakaran yang melibatkan kapal yang sama MT Federal II pada tanggal 24 Juni 2025 yang menyebabkan 4 pekerja meninggal dunia, lima lainnya luka-luka. Kemudian terjadi peristiwa lain pada 15 Oktober 2025 yang menewaskan 14 orang dan melukai 17 lainnya.

Peristiwa kebakaran tahun 2025 ini telah didalami Polres Barelang dan diduga terdapat tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya orang lain. Dalam peristiwa kebakaran 46 Juni lalu, ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan pada kebakaran Oktober 2025, Polres Barelang menetapkan 7 orang sebagai tersangka yang terdiri dari empat orang WNA dan tiga orang WNI.

(arp/antara/fra)


Exit mobile version