Jakarta, Pahami.id —
Kanada membenarkan hal itu Tanah penggembalaan merupakan wilayah berdaulat yang hak-haknya harus ditentukan sepenuhnya oleh rakyatnya sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, Selasa (13/1).
Dalam konferensi pers tersebut, Sarai menegaskan bahwa Kanada tidak mendukung intervensi militer apa pun yang dapat mengambil alih kedaulatan Greenland.
“Kami tidak mendukung intervensi militer apa pun yang akan merampasnya dari masyarakat Greenland,” kata Sarai.
“Perspektif kami sangat jelas: kami percaya bahwa Greenland adalah wilayah berdaulat dan tidak ada yang boleh ikut campur,” tambahnya.
Kanada berkomitmen untuk terus mendukung Greenland agar tetap menjadi wilayah berdaulat, dengan kemampuan menentukan aliansi dan keputusan sendiri mengenai masa depannya.
Oleh karena itu, kami akan terus berupaya memastikan Greenland tetap menjadi negara berdaulat yang mampu menentukan pilihan sendiri terkait aliansinya dan mengambil keputusan sendiri mengenai masa depan mereka, ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap strategi keamanan di kawasan Arktik, termasuk aktivitas militer negara-negara utama yang beroperasi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan berbagai cara untuk mengakuisisi Greenland, termasuk penggunaan kekuatan militer.
Langkah tersebut memicu reaksi luas dari Denmark, sekutu NATO dan partai politik Greenland, yang dengan keras menolak gagasan tersebut.
Para pemimpin Perancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol dan Inggris, serta Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, bersikeras bahwa Greenland adalah “milik rakyatnya.”
“Hanya Denmark dan Greenland yang mempunyai kekuasaan untuk memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan wilayah mereka,” kata para pemimpin.
Dukungan Kanada terhadap kedaulatan Greenland juga ditunjukkan melalui rencana kunjungan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Menteri Luar Negeri Anita Anand ke Greenland awal bulan depan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan menghormati hak-hak masyarakat Greenland dalam menentukan masa depan wilayahnya.
(rnp/bac)

