Site icon Pahami

Berita Kalau Semua Berpihak ke AS-Israel Buat Apa Jadi Anggota?

Berita Kalau Semua Berpihak ke AS-Israel Buat Apa Jadi Anggota?


Jakarta, Pahami.id

Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Yusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia harus memastikan tujuan Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian (BoP) didirikan untuk mendukung dan membela Palestina.

Dalam wawancara bersama Pahami.id Pada Jumat (6/3), JK mengatakan, keanggotaan Indonesia di DK PBB relevan selama DK berpihak pada Palestina.


“Selama dia (BoP) pro-Palestina atau setidaknya netral, itu penting. Jika semua orang pro-Amerika-Israel, apa gunanya menjadi anggota?” kata JK saat ditanya mengenai keanggotaan Indonesia di BoP.

JK mengatakan Indonesia harus berani dan mampu menyuarakan kepentingan Palestina di BoP meski dewan tersebut dibentuk dan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sekutu dekat Israel.

“Kita tahu ketuanya Trump, dia punya hak veto, tapi anggota punya hak bicara, kalau perlu minta diadakan pertemuan darurat,” jelas JK.

“Kalau (bersuara) tidak bisa, apa gunanya jadi anggota?[…]“Jadi (BoP) bagus asalkan lembaganya benar-benar independen, bukan sekadar alat Amerika,” imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan itu, JK juga membeberkan isi pertemuannya dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Jakarta.

JK mengatakan Boroujerdi menemuinya dan menceritakan apa yang terjadi di negaranya hingga meninggalnya pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei.

JK menjelaskan, Iran meminta dukungan moral dan doa dari masyarakat dan pemerintah Indonesia terkait apa yang sedang mereka hadapi.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menanggapi isu banyaknya organisasi masyarakat yang meminta Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian (BoP) menyusul serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau organisasi internasional lainnya didasarkan pada konstitusi dan kepentingan nasional.

“Terkait Dewan Perdamaian, kami menyadari sepenuhnya pertanyaan masyarakat saat ini mengenai Dewan Perdamaian,” kata Yvonne dalam konferensi pers di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri, Jumat (6/3).

Ia menegaskan, setiap keputusan mengenai keikutsertaan Indonesia dalam mekanisme internasional apa pun didasarkan pada prinsip politik luar negeri dan kepentingan nasional Indonesia.

(rds/asa)


Exit mobile version