Site icon Pahami

Berita Jelang Ramadan, Polisi Israel Tangkap Imam Al-Aqsa Syekh al-Abbasi

Berita Jelang Ramadan, Polisi Israel Tangkap Imam Al-Aqsa Syekh al-Abbasi


Jakarta, Pahami.id

Polisi Israel menangkap Imam Masjid Al-AqsaSyekh Mohammed al-Abbasi, dari dalam halaman masjid pada Senin (16/2) malam waktu setempat.

Laporan dari kantor berita Palestina WAFA, seperti diberitakan Agensi Anadolumenyatakan bahwa tentara Israel menahan Syekh al-Abbasi tanpa memberikan alasan yang jelas.


Penangkapan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tindakan keras Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, termasuk pembatasan terhadap imam, khatib dan jamaah, serta meningkatnya serangan oleh kelompok pemukim di bawah perlindungan polisi.

Pihak berwenang Israel juga dilaporkan mencegah Waqf Islam, lembaga yang dikelola Yordania yang mengelola situs tersebut, untuk melakukan persiapan rutin, termasuk mendirikan tempat penampungan sementara dan klinik medis.

Sumber dari Wakaf menyebutkan, 33 karyawannya juga dilarang memasuki kompleks pada pekan menjelang Ramadhan.

[Gambas:Video CNN]

Pada Selasa (17/2), Hamas mengutuk keras penangkapan tersebut. Mereka menyatakan Syekh al-Abbasi juga telah diperintahkan untuk melarangnya memasuki masjid.

Hamas melihat tindakan ini sebagai bentuk campur tangan terang-terangan terhadap urusan Al-Aqsa dan serangan terhadap imamnya yang tidak dapat diterima.

“Meningkatnya pelanggaran yang dilakukan pemerintah pendudukan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa, pencegahan persiapan logistik untuk bulan Ramadhan, dan peningkatan penggerebekan oleh kelompok pemukim merupakan intervensi berbahaya untuk mengontrol dan beribadah masjid,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

Hamas meminta warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat dan wilayah pendudukan untuk tetap berjaga di Al-Aqsa untuk melindungi identitas mereka.

Mereka juga mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil tindakan nyata untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran tersebut.

Ketegangan di Yerusalem Timur dilaporkan terus meningkat seiring dengan pengetatan keamanan dan serangkaian penangkapan terhadap tokoh agama dan aktivis Palestina menjelang bulan suci Ramadhan.

(Kris)


Exit mobile version