Site icon Pahami

Berita Jaksa Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Bar Swiss saat Pesta Tahun Baru

Berita Jaksa Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Bar Swiss saat Pesta Tahun Baru


Jakarta, Pahami.id

api bar populer di bar di kota resor ski mewah Crans-Montana, Swissselama pesta Malam Tahun Baru menewaskan 40 orang, kebanyakan anak muda.

Peristiwa itu terjadi saat bar Le Constellation dipenuhi pengunjung yang ingin merayakan malam terakhir tahun 2025 dan merayakan tahun baru pada Rabu (31/12).


Komandan Polisi Valais Canton, Frédéric Gisler mengatakan, asap mulai terlihat keluar dari bar Le Constellation sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Beberapa saat kemudian, seorang saksi menelepon call center darurat untuk melaporkan kebakaran tersebut.

Gisler mengatakan peringatan merah segera dikeluarkan untuk memindahkan petugas pemadam kebakaran ke bar. Menurut saksi mata, kebakaran tersebut dipicu oleh ledakan yang tidak diketahui asalnya.

Pihak berwenang Swiss menyatakan 10 helikopter dan 40 ambulans dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Selain itu, total 150 tenaga medis juga dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Sekitar 40 orang tewas dalam kebakaran tersebut dan 115 lainnya luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius,” kata Gisler seperti dikutip. CNN.

Sementara itu, Kedutaan Besar Inggris di Swiss mengatakan banyak warga asing yang mungkin menjadi korban kejadian ini.

Le Constellation terletak di dalam resor ski mewah Crans-Montana. Bar tersebut berkapasitas 300 orang dengan tambahan ruang teras untuk 40 orang, menurut informasi di situs resmi resor.

Belum diketahui bagian mana dari bar yang terkena dampak kebakaran. Crans-Montana merupakan salah satu kawasan paling eksklusif di Swiss, terkenal dengan sinar matahari sepanjang tahun dan terletak di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Apa yang menyebabkan kebakaran?

Sejauh ini, pihak berwenang belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan ledakan di bar tersebut.

Namun, pada konferensi pers di Bern, Jaksa Agung Kanton Valais, Béatrice Pilloud, mengatakan hal itu adalah sebuah fenomena. “kilat petir” diduga mempengaruhi kebakaran tersebut.

Pilloud menjelaskan, kronologi pasti kejadian masih belum jelas. Namun, penyidik ​​masih mendalami kemungkinan hal tersebut terjadi flashoverdimana keadaan hampir seluruh bagian ruangan terbakar hampir bersamaan menjadi pemicunya.

“Masih banyak hal yang perlu dijelaskan, dan beberapa hipotesis telah dikemukakan. Teori utama yang kami pilih adalah peristiwa flashover yang memicu ledakan cepat. “Beberapa saksi telah diperiksa, dan beberapa ponsel yang ditemukan telah disita untuk dianalisis,” kata Pilloud.

Sementara itu, menurut National Fire Protection Association (NFPA), flashover terjadi ketika gas panas naik ke langit-langit dan menyebar ke seluruh dinding ruangan.

Panas terus meningkat hingga seluruh bahan yang mudah terbakar di dalam ruangan mencapai titik nyala dan terbakar.

kilatan cahaya adalah keadaan tidak lagi menjadi benda di dalam ruangan yang terbakar. “Ruangan itu sendiri terbakar,” kata Steve Kerber, Wakil Presiden dan Direktur Eksekutif Fire Safety Research Institute CNN.

Menurut NFPA, ketika suhu naik hingga sekitar 1.000 derajat Fahrenheit, petugas pemadam kebakaran yang mengenakan alat pelindung diri kemungkinan besar tidak akan selamat.

“Bayangkan seluruh langit-langit menyebar dengan sangat cepat. Energi panas yang dihasilkan dari langit-langit turun dan mengenai semua benda yang mudah terbakar di seluruh fasilitas,” kata Kerber.

“Hampir semuanya terbakar dalam waktu singkat, lalu seluruh ruangan dilalap api, situasi yang mustahil untuk bertahan hidup.”

(rds)


Exit mobile version