Jakarta, Pahami.id —
hujan hujan terus turun di Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (20/2) dini hari WIB hingga pagi tadi.
Mengutip dari situs BPBD DKI Jakarta, hal ini berdampak pada peningkatan permukaan air sungai.
Berdasarkan data hingga pukul 06.00 WIB di laman BPBD DKI, terdapat lima pos pemantauan yang menginformasikan ketinggian air sudah masuk kategori waspada (waspada 3), dan satu pos pemantauan masuk kategori waspada (waspada 2).
Lima posko siaga 3 adalah Bendung Katulampa (90 cm), Pintu Air Karet (520 cm), Pos Pengawasan Krukut Hulu (160 cm), Pos Pesanggrahan (200 cm), dan Pasar Ikan (192 cm).
Sedangkan kategori waspada 2 adalah Pos Angke Hulu (270 cm).
Di Bendungan Katulampa Kota Bogor, Jawa Barat, ketinggian air pada pukul 06.00 mencapai 90 cm. Berdasarkan grafik di situs BPBD DKI, ketinggian air di pintu masuk Bendungan Katulampa terus meningkat sejak pukul 01.00 WIB pagi tadi.
Hingga pukul 05.00, Bendungan TMA Katulampa telah mencapai Siaga 3. Dilaporkan akan turun hujan. Ketinggian air terus meningkat hingga pukul 06.00 WIB.
Sedangkan Krukut Hulu mencapai titik siaga 3 pada pukul 04.00 WIB, kemudian Karet mulai pukul 02.00 WIB. Selanjutnya di Pos Pesanggrahan, ketinggian air naik hingga mencapai siaga 3 sejak sekitar pukul 03.00 WIB.
Untuk Pos Angke Hulu, peringatan 3 tercapai sekitar pukul 02.30 WIB, dan peringatan 2 tercapai sekitar pukul 04.20 WIB. Berdasarkan data grafik di halaman yang sama, ketinggian air di Angke Hulu masih mengalami kenaikan hingga pukul 06.00 WIB.
Mengutip laporan netizen yang diunggah ke media sosial seperti X dan Instagram, situasi banjir dikabarkan terjadi di beberapa titik. Salah satunya di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat, sebagian badan jalan terendam air sedalam 30-40 cm.
Kemudian di Pulo Raya, Jakarta Selatan sekitar 30-40 cm. Banjir setinggi 40-60 cm di jalan depan Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan menyebabkan jalur layanan Mikrotrans Jak95 Lebak Bulus-Pasar Minggu dialihkan.
Banjir juga terjadi di sekitar Pasar Kambing, Jakarta Selatan menyebabkan Minitrans rute 5N Ragunan-Kampung Melayu dialihkan. Putaran juga terjadi pada jalur 1M (Meruya-Blok M) akibat genangan air di sekitar Swadarma Raya, dan jalur 1C (Pesanggrahan-Blok M) di sekitar Jalan Bumi.
Jalur 8E (Bintaro-Blok M) juga mengalami kendala operasional akibat genangan air di sekitar Jl H Gari.
(anak-anak)

