Jakarta, Pahami.id —
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengutuk kebrutalan penduduk Israel terhadap agama Kristen dan nilai-nilai Kristiani di Timur Tengah.
Berbicara setelah pertemuan para menteri Uni Eropa di Brussels, Tajani mengatakan serangan dan ancaman yang menargetkan umat Kristen di Lebanon, Israel dan Tepi Barat menjadi “terlalu sering”.
“Saya mengutuk kekerasan terhadap umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat. Insiden-insiden ini sudah terlalu sering terjadi dan keterlaluan,” kata Tajani seperti dikutip Pemantau Timur Tengah (MEMO).
“Termasuk perilaku tidak sopan dan penghinaan terhadap nilai-nilai sakral yang menyinggung kepekaan umat Katolik. Tidak seorang pun boleh merasa berhak menghina keyakinan orang lain,” imbuhnya.
Tajani sendiri menyatakan belum ada pembahasan mengenai usulan rencana pemberian sanksi terhadap kelompok sayap kanan Israel pada pertemuan tingkat menteri Uni Eropa.
Dewan Gereja Dunia menyerukan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel menyusul agresi brutalnya terhadap warga Palestina.
Koordinator lokal Program Bantuan Ekumenis di Palestina dan Israel – yang berafiliasi dengan Dewan Gereja Dunia – Iskandar Majlton mengatakan dewan tersebut tidak mengetahui situasi di Gaza.
“[Dewan] terkejut dengan siklus kekerasan dan penderitaan yang luar biasa [di Gaza],” kata Majlton seperti dikutip Pemantau Timur TengahSelasa (30/12).
Dunia, katanya, sedang menyaksikan “bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya” di Jalur Gaza. Di sana, puluhan ribu warga sipil tewas, 1,5 juta penduduk terpaksa mengungsi, kelaparan meluas, dan kerusakan infrastruktur terjadi dimana-mana.
(membaca)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

