Jakarta, Pahami.id —
Pemerintah Israel Rumornya, mereka sedang menyiapkan rumah sakit (RS) darurat untuk mengantisipasi perang yang berkepanjangan Amerika Serikat vs Iran.
Media berbahasa Ibrani memberitakan Kementerian Kesehatan sedang mempertimbangkan untuk memulangkan pasien penyakit dalam untuk mengurangi jumlah pasien rawat inap.
Ada juga laporan bahwa dokter di ibu kota mungkin dipindahkan ke rumah sakit terpencil untuk meningkatkan staf profesional di daerah pinggiran kota.
Rumah sakit swasta terbesar di Tel Aviv, Assuta Ramat HaHayal, juga dilaporkan telah membangun dan melengkapi rumah sakit bawah tanah di ibu kota, yang dapat menampung hingga 200 tempat tidur.
Rumah sakit ini didirikan atas permintaan Kementerian Kesehatan sebagai mitigasi darurat, Channel 12 melaporkan.
Iran dan AS baru-baru ini berada di ambang perang. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lebih keras dari sebelumnya jika Teheran tidak segera mencapai kesepakatan nuklir.
AS dan Iran akan memasuki perundingan nuklir putaran ketiga pada Kamis (26/2). Iran memberikan kesan positif mengenai kemajuan perundingan tersebut, namun beberapa sumber menyatakan masih ada perbedaan pandangan yang signifikan antara kedua belah pihak.
Iran menyatakan siap menyerang pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang, termasuk situs Israel.
Pasukan Washington dan staf di beberapa pangkalan dan kedutaan kini mulai dievakuasi. Seiring dengan itu, aset militer AS di sekitar Iran meningkat.
Kapal induk USS Gerald R Ford dikabarkan tiba di Yunani pada Selasa (24/2) pagi. Kapal induk terbesar di dunia itu dikabarkan berlabuh di sana selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanannya ke Israel.
USS Gerald R Ford akan memperkuat kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang saat ini berada di Laut Arab.
(blq/dna/bac)

