Jakarta, Pahami.id —
Israel mematikan jam penanda invasi brutal Tel Aviv ke Jalur Gaza Palestina yang terletak di alun-alun ibu kota pada Selasa (27/1). Jam ini berbunyi setelah hari ke 844 atau sekitar 2,5 tahun sejak Israel melancarkan invasi ke Gaza.
Momen ini menandai berakhirnya agresi total Israel terhadap Jalur Gaza meski tentara Zionis selama ini memiliki rekam jejak yang melanggar gencatan senjata.
Penutupan tersebut menyusul kembalinya jenazah sandera terakhir Hamas Israel dari Gaza hari ini. Dia adalah Ran Gvil, seorang petugas polisi Israel yang disandera Hamas pada hari penyerangan 7 Oktober 2023, yang memicu invasi brutal Tel Aviv ke Gaza.
Pada hari Hamas menyusup ke Israel, Gvil mencoba melawan pasukan Hamas tetapi terbunuh dan tubuhnya dikatakan telah disandera oleh milisi.
“Kami lega. Ran pulang ke rumah sebagai pahlawan Israel, sungguh, pahlawan Israel dan kami menjadi orang yang paling bangga karenanya,” kata ibu Ran seperti dikutip. Reuters.
Momen mematikan jam tersebut juga akan dimeriahkan dengan upacara yang berlangsung pada Selasa malam waktu setempat. Para sandera dan keluarga yang masih hidup, termasuk saudara perempuan Gvil, Shira, dilaporkan akan menghadiri acara tersebut.
Kembalinya jenazah Gvil, sandera terakhir Hamas, juga menandai selesainya tahap awal gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat dan akan disusul dengan rencana tahap berikutnya.
Penyerahan seluruh sandera Hamas yang hidup dan mati kepada Israel merupakan komitmen gencatan senjata Israel-Hamas tahap pertama yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump.
(rds)

