Site icon Pahami

Berita Israel Lakukan Segala Cara Buat Gagalkan Negosiasi dengan AS

Berita Israel Lakukan Segala Cara Buat Gagalkan Negosiasi dengan AS


Jakarta, Pahami.id

Iran menuduh Israel berusaha “menggagalkan” upaya tersebut Amerika Serikat dan Teheran mencapai kesepakatan negosiasi untuk mengakhiri perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismaeil Baghaei menilai Israel mungkin akan mencoba menggagalkan proses negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran untuk melanjutkan perang.


Baghaei mendasarkan klaimnya pada negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran yang sebelumnya terhenti.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin bersikeras untuk menelepon Presiden AS Donald Trump dan berulang kali menekankan bahwa operasi militer terhadap Iran belum berakhir meskipun gencatan senjata terus berlanjut.

“Entitas Zionis berusaha semaksimal mungkin untuk merusak perjanjian ini dan kami mengharapkan tindakan dari Israel,” kata Baghaei seperti dikutip. Al Jazeera.

“Tidak ada yang bisa dikesampingkan. Namun negara-negara yang terus menyerukan perang dan permusuhan, termasuk entitas Zionis, sangat aktif dalam membentuk opini di media dan hal itu mungkin mempengaruhi pejabat AS,” lanjutnya.

Selain itu, Iran juga memperingatkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam negosiasi, Teheran dan Washington masih belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

“Memang benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan mengenai sebagian besar masalah yang dibahas,” kata Baghaei pada konferensi pers mingguan pada hari Senin.

“Tetapi untuk mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian sudah di depan mata, tidak ada yang bisa membuat klaim seperti itu.”

Baghaei menekankan bahwa Iran juga akan terus mengatur lalu lintas maritim di Selat Hormuz dengan mengenakan biaya layanan, sambil menyangkal bahwa Teheran “memungut biaya” dari kapal yang melewatinya.

“Pelayanan yang diberikan, mulai dari layanan navigasi hingga tindakan perlindungan lingkungan di Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Laut Oman, memerlukan pungutan biaya tertentu,” ujarnya.

(membaca)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version