Jakarta, Pahami.id —
Media sosial dipenuhi dengan berita tentang Perdana Menteri Benyamin Netanyahu melarikan diri ke luar negeri dengan pesawat ketika Israel melancarkan serangan terhadap Iran dan segera menerima serangan balik.
Sejumlah akun di X mengklaim melacak pesawat pemerintah Israel yang terbang keluar dari Israel ketika Tel Aviv dan Teheran saling melancarkan serangan rudal akhir pekan lalu.
Dalam salah satu unggahan, tampak klip pendek yang memperlihatkan pergerakan pesawat di aplikasi pemantau penerbangan FlightRadar.
Pesawat bernomor B763 berstempel Israel-Kerajaan jenis Boeing 767-338(ER) terlihat terbang menjauhi Israel ke arah barat daya.
Namun belum ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait kabar tersebut.
Sementara secara terpisah, Selasa (3/3), Israel rupanya memindahkan pesawat Netanyahu ke Jerman di tengah perang dengan Iran.
Juru bicara Kanselir Jerman Stefan Kornelius mengatakan Israel melarang terbang pesawat pemerintah di Bandara Berlin untuk alasan keamanan.
Dikutip Reuterspenerbangan ini telah didaftarkan sebelumnya oleh pemerintah Israel dan hanya membawa awak pesawat tanpa pejabat nasional di dalamnya.
Juru bicara Kanselir Jerman Stefan Kornelius menyatakan, sebelumnya pemerintah Israel telah meminta izin untuk mendasarkan pesawat di Berlin dan permintaan tersebut disetujui.
“Pemerintah Israel menanyakan apakah mereka boleh mendaratkan pesawat di sini. Kami dengan senang hati menerima permintaan tersebut,” kata Kornelius seperti dikutip. Monitor Timur Tengah (MEMO).
Kornelius membenarkan bahwa hanya awak pesawat yang berada di dalam pesawat dan tidak ada pejabat Israel.
Data layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat lepas landas dari Israel pada Sabtu (28/2) malam waktu setempat.
Pesawat tersebut mengitari Laut Mediterania, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jerman pada malam hari.
Pesawat nasional Israel yang dikenal dengan nama “Wing of Zion” adalah Boeing 767 yang telah dimodifikasi khusus untuk mendukung perjalanan resmi pemerintah.
Menurut pemberitaan media Israel, pesawat ini dilengkapi dengan sistem komunikasi aman berteknologi tinggi.
(rnp/rds)

