Jakarta, Pahami.id —
Kekuatan Iran telah menangkap 139 orang asing (orang asing) yang diduga terlibat dalam demonstrasi anti-pemerintah dari akhir Desember hingga awal Januari.
“Kami menetapkan dari hasil peninjauan kasus kerusuhan terkini, 139 orang yang ditangkap merupakan warga asing,” kata Kapolres Ahmad Negahban seperti dikutip AFP.
Namun identitas nasional orang yang ditahan tidak diungkapkan.
Kantor berita Tasnim mengutip kepala polisi Kota Yazd yang mengatakan bahwa protes tersebut sebagian melibatkan hubungan dengan jaringan luar.
“Para tersangka diduga berperan dalam merencanakan, menghasut dan mengarahkan kerusuhan, dan beberapa dari mereka memiliki hubungan dengan jaringan di luar Iran,” kata pernyataan itu.
Gelombang protes yang dipicu oleh lonjakan biaya hidup dimulai di Iran pada tanggal 28 Desember dan kemudian meluas menjadi demonstrasi anti-pemerintah di berbagai wilayah.
Pemerintah Iran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang terbunuh selama periode kerusuhan tersebut. Namun, Teheran bersikeras bahwa beberapa korban adalah petugas keamanan dan warga sipil, dan menyalahkan kekerasan tersebut sebagai “aksi terorisme.”
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengklaim telah mengonfirmasi 6.854 kematian akibat tindakan aparat keamanan.
Organisasi hak asasi manusia lainnya juga memperkirakan bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lebih tinggi dari yang dilaporkan.
Pihak berwenang Iran mengatakan demonstrasi tersebut awalnya merupakan demonstrasi damai.
Namun, aksi tersebut kemudian berubah menjadi “kerusuhan” disertai pembunuhan, yang menurut mereka diperburuk dengan intervensi Amerika Serikat dan Israel.
(rnp/dna)

