Site icon Pahami

Berita Iran Ngotot Gencatan Israel di Lebanon Jadi Syarat Deal dengan AS

Berita Iran Ngotot Gencatan Israel di Lebanon Jadi Syarat Deal dengan AS


Jakarta, Pahami.id

Iran mengkonfirmasi gencatan senjata di Libanon tetap menjadi syarat utama bagi perjanjian apa pun dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang pecah pada 28 Februari.

Gencatan senjata di Lebanon juga menjadi syarat Iran karena Israel terus melakukan penembakan terhadap Lebanon selatan, markas milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Teheran.


“Kami menekankan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat penting bagi setiap perjanjian yang bertujuan untuk mengakhiri perang,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (1/6).

Baqaei mengatakan Iran “akan mengambil semua tindakan untuk mendukung Lebanon dan perlawanannya terhadap agresi ilegal rezim Zionis”.

Demikian pula, kepala perunding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April serta eskalasi di Lebanon adalah “bukti nyata bahwa AS tidak mematuhi gencatan senjata”.

“Setiap pilihan ada harganya dan tagihannya pasti akan datang,” kata Ghalibaf dalam postingan di X.

Ultimatum datang dari Teheran ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk melancarkan operasi militer lebih jauh dan lebih dalam di Lebanon.

Netanyahu bahkan mengaku telah mencaplok Istana Beaufort di Lebanon selatan.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat pada Senin setelah pasukan Israel menguasai Kastil Beaufort, yang dibangun pada abad pertengahan.

Pernyataan Iran juga muncul ketika Teheran dan Washington terus bertukar pesan dalam upaya menyelesaikan perjanjian kerangka kerja yang bertujuan mengakhiri perang.

Meski saat ini AS dan Iran sedang dalam tahap perundingan, namun situasi masih rapuh dan rentan karena kedua belah pihak tidak bersikap lunak bahkan saling melancarkan serangan.

Baqaei bahkan menuduh Amerika “melanggar gencatan senjata” setelah eskalasi singkat semalam yang melibatkan serangan AS terhadap menara telekomunikasi di kota pelabuhan Iran selatan.

Garda Revolusi Iran bahkan menargetkan pangkalan AS tempat serangan itu berasal, tanpa mengungkapkan lokasinya.

“(Iran akan) mengambil langkah apa pun yang kami anggap perlu untuk mempertahankan keamanan nasional Iran,” kata Baqaei seperti dikutip AFP.

Dia mengatakan Iran tidak meminta kelonggaran dalam pertukaran pesan dengan Washington, melainkan memenuhi haknya, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri akibat sanksi AS.

Dia juga mengatakan rincian terkait program nuklir Iran, yang menjadi perdebatan utama Washington, sejauh ini belum menjadi bagian dari pertukaran pesan.

“Belum ada negosiasi mengenai rincian masalah nuklir. Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang,” kata Baqaei.

Ia menambahkan, pertukaran pesan dengan Amerika Serikat masih berlangsung.

Namun, kami belum mencapai kesimpulan akhir. Kami akan memutuskan perjanjian untuk ditandatangani pada waktu yang tepat, katanya.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version