Site icon Pahami

Berita Iran Ancam AS Siap Perang Lagi jika Israel Terus Gempur Lebanon

Berita Iran Ancam AS Siap Perang Lagi jika Israel Terus Gempur Lebanon


Jakarta, Pahami.id

Kdia adalah ketua komite keamanan nasional parlemen IranEbrahim Azizi, memberikan ultimatum kepada Amerika Serikat terkait konsekuensi terhadap prospek perundingan jika serangan Israel ke Lebanon tidak dihentikan.

Gencatan senjata di Lebanon juga menjadi syarat dari Iran hingga AS seiring Israel terus melakukan serangan terhadap Lebanon selatan, markas milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Teheran.


“Jika serangan ke Lebanon tidak dihentikan sepenuhnya, dampaknya akan sangat serius bagi rezim Zionis dan pasukan AS di kawasan,” kata Azizi dalam postingannya di X pada Selasa (2/6).

“Mereka sadar sepenuhnya bahwa ini bukanlah ancaman kosong, dan kami siap memberikan respons militer,” tambahnya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei juga memperingatkan bahwa gencatan senjata di Lebanon masih menjadi syarat untuk melanjutkan perundingan.

“Kami menekankan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat penting bagi setiap perjanjian yang bertujuan mengakhiri perang,” kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (1/6).

Baqaei mengatakan Iran “akan mengambil semua tindakan untuk mendukung Lebanon dan perlawanannya terhadap agresi ilegal rezim Zionis”.

Baqaei bahkan menuduh Amerika “melanggar gencatan senjata” setelah eskalasi singkat semalam yang melibatkan serangan AS terhadap menara telekomunikasi di kota pelabuhan Iran selatan.

Garda Revolusi Iran bahkan menargetkan pangkalan AS tempat serangan itu berasal, tanpa mengungkapkan lokasinya.

“(Iran akan) mengambil langkah apa pun yang kami anggap perlu untuk mempertahankan keamanan nasional Iran,” kata Baqaei seperti dikutip AFP.

Dia mengatakan Iran tidak meminta kelonggaran dalam pertukaran pesan dengan Washington, melainkan memenuhi haknya, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri akibat sanksi AS.

Dia juga mengatakan rincian terkait program nuklir Iran, yang menjadi perdebatan utama Washington, sejauh ini belum menjadi bagian dari pertukaran pesan.

“Belum ada negosiasi mengenai rincian masalah nuklir. Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang,” kata Baqaei.

Ia menambahkan, pertukaran pesan dengan Amerika Serikat masih berlangsung.

Namun, kami belum mencapai kesimpulan akhir. Kami akan memutuskan perjanjian untuk ditandatangani pada waktu yang tepat, katanya.

Demikian pula, kepala perunding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April serta eskalasi di Lebanon adalah “bukti nyata bahwa AS tidak mematuhi gencatan senjata”.

“Setiap pilihan ada harganya dan tagihannya pasti akan datang,” kata Ghalibaf dalam postingan di X.

Ultimatum datang dari Teheran ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk melancarkan operasi militer lebih jauh dan lebih dalam di Lebanon.

Netanyahu bahkan mengaku telah mencaplok Istana Beaufort di Lebanon selatan.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version