Site icon Pahami

Berita Indonesia Minta Bantuan 3 Negara Ini Bebaskan WNI yang Diculik Israel

Berita Indonesia Minta Bantuan 3 Negara Ini Bebaskan WNI yang Diculik Israel


Jakarta, Pahami.id

Indonesia telah berkomunikasi dengan setidaknya tiga negara sahabat untuk meminta bantuan dalam membebaskan dan menyelamatkan sembilan WNI (warga negara Indonesia) armada kapal sukarelawan Armada Sumud Global (GSF) yang diculik oleh Israel.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan ketiga negara tersebut adalah Yordania, Turki, dan Mesir. Ia mengatakan, komunikasi dengan ketiga negara tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan sembilan WNI tersebut.


Ditemui usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5), Sugiono membenarkan telah dilakukan koordinasi intensif dengan perwakilan RI di Timur Tengah untuk memantau situasi dan menyelamatkan WNI yang ikut dalam pelayaran Global North Sumud Flotilla (GSF).

Saya sendiri sudah meminta perwakilan kami untuk menghubungi Kementerian Luar Negeri di Yordania, Turki, dan Mesir, untuk mendapatkan informasi akurat mengenai posisi dan kondisi saudara-saudara kami yang ditahan, kata Sugiono.

Selain untuk mencari informasi, kata dia, komunikasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir juga dilakukan agar pesan Indonesia sampai ke Israel karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

“Hal ini kami komunikasikan melalui mitra kami yang bisa berkomunikasi langsung dengan Israel untuk memastikan masyarakat kami diperlakukan dengan baik,” kata Sugiono.

Ia juga memastikan Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan segala cara agar WNI yang tergabung dalam konvoi kemanusiaan ke Gaza dapat segera pulang ke tanah air dalam keadaan sehat dan tanpa kekurangan.

Kementerian Luar Negeri Indonesia pada hari Rabu mengkonfirmasi bahwa sembilan warga Indonesia, yang bergabung dengan armada kemanusiaan ke Jalur Gaza, diculik oleh pasukan Israel yang menyergap konvoi mereka.

Di antara sembilan WNI yang diculik tersebut, terdapat tiga jurnalis media nasional yang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Storm dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Indonesia mengecam keras tindakan Zionis Israel yang mencegat kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan selama operasi GSF dan menangkap para relawan termasuk sejumlah warga Indonesia.

Situasi ini juga menegaskan betapa pentingnya kesadaran rezim Zionis untuk menjamin kesinambungan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai dengan hukum humaniter internasional.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version