Jakarta, Pahami.id —
Cina menyerukan gencatan senjata dan negosiasi diplomatik untuk mengakhiri perang Iran terhadap Amerika Serikat-Israel yang semakin meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah.
Seruan ini muncul di hari ketiga perang Iran vs AS-Israel yang kini meluas ke negara-negara Arab lainnya seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, dan Lebanon.
“Prioritas paling mendesak adalah segera menghentikan operasi militer dan mencegah eskalasi konflik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers, dikutip AFP.
Selain itu, ia juga mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan negosiasi.
Seorang warga negara Tiongkok tewas akibat konflik di Teheran, di mana serangan Israel dan AS menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.
“Kementerian Luar Negeri telah meminta kedutaan Tiongkok di Iran untuk memberikan bantuan kepada orang tersebut dan keluarganya,” tambah Mao tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Tiongkok mengaku tidak diberikan informasi awal mengenai aksi militer AS. Bersama Rusia, Beijing mendesak Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat mengenai masalah ini.
Sebelumnya, pemerintah China juga memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan sementara ke Iran karena situasi keamanan. Hingga Senin, lebih dari 3.000 warga Tiongkok telah meninggalkan negaranya.
Pengawal Revolusi Iran telah berjanji untuk melancarkan operasi balas dendam terberat dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan militer AS di negara Teluk tersebut setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Iran untuk menargetkan semua pangkalan yang dianggap membantu serangan terhadap mereka.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Tiongkok pada 31 Maret-2 April untuk kunjungan pertama pada masa jabatan keduanya.
Mao mengatakan Beijing dan Washington menjaga komunikasi mengenai interaksi antara pemimpin kedua negara, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
(rnp/rds)

