Jakarta, Pahami.id —
Iran membantah laporan bahwa pasukannya menyerang kilang minyak terbesar Kerajaan di Timur Tengah Arab SaudiAramco, di Ras Tanura.
Bantahan itu disampaikan sumber militer Iran kepada kantor berita negara itu, Tasnim.
Sejumlah media asing juga memberitakan bahwa serangan tersebut terbukti dilakukan oleh Iran.
Sumber anonim tersebut mengatakan bahwa fasilitas minyak di negara-negara kawasan tidak dan tidak termasuk dalam target serangan militer Iran.
Sumber tersebut melanjutkan, fokus utama serangan ditujukan pada seluruh kepentingan Amerika Serikat dan Israel di bagian mana pun di kawasan.
Pernyataan sumber militer Iran itu muncul beberapa saat setelah serangan drone menargetkan kilang minyak Aramco di Ras Tanura, Saudi, pada Senin (2/3).
Serangan drone tersebut menyebabkan kebakaran besar di fasilitas kilang minyak Aramco di Ras Tanura, Saudi.
Bantahan Iran diperkuat dengan pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Revanchi, yang menegaskan pihaknya tidak menargetkan kilang minyak di Timur Tengah.
“Kami tidak bertanggung jawab atas (serangan itu). Kami sudah menghubungi Saudi. Kami membahas masalah ini dan Iran tidak bertanggung jawab atas serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi,” kata Takht-Revanchi menjawab pertanyaan wartawan. CNN mengenai tuduhan bahwa Iran menyerang fasilitas minyak di Timur Tengah.
“Kami secara resmi mengumumkan bahwa (fasilitas minyak) bukan sasaran angkatan bersenjata Iran,” tambahnya.
Ras Tanura, terletak di pantai timur Arab Saudi di sepanjang Teluk Persia, berfungsi sebagai salah satu kilang minyak dan ekspor utama kerajaan tersebut.
(membaca)

