Site icon Pahami

Berita Hamas Wanti-wanti Indonesia soal Tugas Pasukan ISF di Gaza

Berita Hamas Wanti-wanti Indonesia soal Tugas Pasukan ISF di Gaza


Jakarta, Pahami.id

Pemimpin senior HamasOsama Hamdan memberikan ultimatum kepada Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), termasuk Indonesia, yang akan dikerahkan untuk JSemenanjung GazaPalestina.

Hamdan mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk Indonesia yang juga berencana mengirimkan ribuan tentara ke Gaza untuk bergabung dengan ISF.


“Kami menekankan agar hal ini dapat tercapai dengan baik, tentara harus ditempatkan di perbatasan, memisahkan warga Palestina dari pendudukan, dan mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina,” kata Hamdan saat diwawancarai media. Aljazeera Mubasher yang dirilis Rabu (11/2).

Hamdan juga membeberkan hasil komunikasi dengan pihak Indonesia terkait tujuan penempatan pasukan di Gaza.

Peran Indonesia di Gaza, lanjutnya, hanya sebatas memisahkan Palestina dari pasukan kolonial dan mencegah invasi. Selain itu, mereka tidak akan mencampuri urusan sipil.

“Kami mendengar pernyataan jelas dari semua negara tersebut bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang melaksanakan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau melakukan agresi terhadap mereka,” kata Hamdan.

“Anda sudah mendengar dengan jelas dari pemerintah Indonesia: mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel di Jalur Gaza,” tambahnya.

Media Israel, KAN, memberitakan Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa minggu setelah pertemuan tingkat tinggi Dewan Perdamaian (BoP) Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington.

KTT Dewan Perdamaian akan diadakan pada 19 Februari di Washington.

Kabar pengerahan militer Indonesia ini muncul setelah Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara yang akan mengirimkan pasukan sebagai bagian dari ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan negara lainnya.

Pasukan ISF termasuk dari Indonesia dikerahkan untuk menjaga dan memantau gencatan senjata termasuk menangani masalah perbatasan.

Misalnya, pasukan Indonesia bisa dikerahkan untuk memantau garis perbatasan di Khan Yunis dan Rafah di Gaza selatan.

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, upaya Indonesia untuk mendukung perdamaian, gencatan senjata, dan rekonstruksi di Gaza masih terus dipersiapkan.

Rico juga mengatakan Indonesia masih berkoordinasi dan menunggu mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah.

Mengenai kabar Indonesia akan menjadi ‘negara pertama’ yang mengirimkan pasukan, kami belum bisa memastikan informasi tersebut, jawab Rico saat dikonfirmasi. CNNIndonesia.com melalui pesan teks pada hari Selasa.

(isa/rds)


Exit mobile version